SURABAYA - Brain wash (terapi cuci otak) yang telah lama digaungkan oleh dr Terawan Agus Putranto, SpRad yang menimbulkan polemik dan kontroversi ini sebenarnya merupakan metode diagnosa stroke yang disebut dengan Digital Subtraction Angiography (DSA).
“Tindakan tersebut oleh sebagian radiologi intervensi diklaim sebagai terapiotik, terutama oleh Terawan. Sementara dalam disiplin ilmu lain, neurologi dan sebagainya itu merupakan tindakan diagnostik yang sifatnya untuk mengetahui suatu kelainan pembuluh darah otak,” ujar dr Yudhi Sp.S neurointervesi dari Rumah Sakit Airlangga Surabaya, Rabu(4/4).
Seperti diketahui, dr Terawan ini sempat diskor 12 bulan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pusat karena dinilai tak mematuhi kode etik. Lantaran, tak memenuhi panggilan IDI untuk menjelaskan soal terapi brain wash dengan metode DSA.
Brain wash menurut dr Terawan memiliki makna terapiotik. Padahal, dalam istilah kedokteran, istilah itu belum pernah dikaji dan dibahas. dr Terawan selalu memfloorkan terapinya ini berkali-kali dengan berbagai testimonial. Padahal, dalam ilmu kedokteran, suatu metode bisa digunakan harus melalui tahapan evidence base medicine, atau terbukti secara ilmiah.
“Sebelum diberlakukan kepada manusia, itu ada kaidah-kaidah penelitian fase 1-4. Sehingga sampai pada manusia terdefinisi manfaat dan safety-nya terukur dengan baik sehingga digunakan aman,” imbuhnya.
DSA yang diklaim dr Terawan merupakan salah satu metode intervensi untuk mendiagnosa adanya penyakit stroke. Untuk melakukan diagnosa, cutetor dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke untuk mengevaluasi pembuluh darah otak sehingga diketahui kondisi otak pasien untuk memperoleh tindakan.
“DSA itu sama seperti tindakan intervensi lain melalui pangkal paha. Masukan alat kecil sekali namanya cutetor yang melakukan navigasi sehingga tau pembuluh darahnya secara detail,” imbuhnya.
Setelah dilakukan diagnosa, baru dilakukan intervensi. Selanjutnya, Ivi Trombolisis, Intravena RTBA dan Mechanical Trombektomi sesuai dengan tingkat keakutan dari stroke tersebut.(is/no)
Editor : Administrator