Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Membuat Sabun Sendiri, Wangi dan Warna-Warni

Administrator • Minggu, 1 April 2018 | 23:57 WIB
Membuat Sabun Sendiri, Wangi dan Warna-Warni
Membuat Sabun Sendiri, Wangi dan Warna-Warni

SURABAYA- Siapa yang tak butuh sabun. Barang yang lekat dengan keseharian kita ini minimal sehari dalam dua kali untuk mandi. Meski sering digunakan, tak banyak orang tahu cara membuat sabun. Padahal, aktivitas ini selain menyenangkan juga mampu melatih kepekaan warna dan bau, apalagi untuk anak-anak.


Seperti aktivitas yang dilakukan anak-anak ini. Mereka dengan ekspresi muka gembira dan semangat  meracik sabun sendiri sesuai dengan warna dan aroma pilihan sendiri. Ada lavender, alang-alang, jasmine, camomile, cinamon atau tea tree.   


Tak seperti sabun biasa, sabun yang dibuat ini  adalah sabun ecofriendly dimana bahan-bahan dan limbahnya tidak mencemari lingkungan. Bahan dalam membuat sabun pun sangat sederhana, hanya campuran air, garam natrium, minyak esensial, madu dan fragrance (pewangi). 


“Karena ini adalah natural soap, jadi bahan-bahannya sederhana dan kita tekankan adalah madu, susu dan minyak esensial,” terang  Erik Charles, owner dari Econic sekaligus pengajar dalam workshop, Sabtu (31/3). 


Salah satu peserta membuat sabun, Queen Precious Gunawan mengaku sangat senang bisa belajar membuat sabun sendiri. Saat kali pertamanya membuat sabun ini, Queen membuat dua jenis sabun berdasarkan warna dan kesukaannya sendiri. 


“Suka banget soalnya aku suka sekali warna pink dan ungu. aromanya juga suka karena seperti bau Borobudur dan  baunya papa,” ujarnya seraya terus mengaduk adonan sabun. 


Dalam membuat sabun ini, memang dibutuhkan ketelatenan untuk terus mengaduk adonan sabun. Sabun-sabun itu harus selalu diaduk agar minyak esensial dan tidak mengendap sendiri dan terus bercampur dengan bahan lain. Adonan sabun ini harus terus diaduk sebelum kemudian dicetak ke dalam berbagai bentuk. 


“ Setelah dicetak, sabun ini bisa mengeras dalam satu hari. namun tidak bisa digunakan terlebih dahulu karena harus melalui proses curing time (masa pemulihan) selama satu hingga tiga minggu. Baru kemudian di antar ke rumah anak masing-masing.” pungkas Eric. (is/hen)

Editor : Administrator