Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keren Surabaya Memiliki Tiang Emergency dengan Panic Button dan CCTV

Administrator • Rabu, 7 Februari 2018 | 13:05 WIB
Keren Surabaya Memiliki Tiang Emergency dengan Panic Button dan CCTV
Keren Surabaya Memiliki Tiang Emergency dengan Panic Button dan CCTV

SURABAYA–Pemkot Surabaya memiliki terobosan dalam penanganan tanggap darurat di Kota Pahlawan. Selain Command Center 112 yang standby menerima laporan, pemkot juga telah membangun emergency yang dilengkapi dengan panic button. Saat ini dua kawasan yakni Dupak dan MERR (Middle East Ring Road) sudah dipasang alat yang nantinya bisa merespons dengan cepat kedaruratan warga. 


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, panic button digunakan bagi warga Surabaya yang mengalami emergency. Tombol tersebut terhubung pada 112 yang nantinya akan ditindaklanjuti. “Baik itu kecelakaan maupun kejadian lain yang membutuhkan pertolongan,” katanya. 


Dia mengungkapkan, panic button memfasilitasi warga yang tidak memiliki handphone. Dalam fasilitas tersebut nantinya warga yang membutuhkan bantuan bisa menekan tombol darurat. “Ada CCTV (close circuit television)yang bisa melihat siapa yang minta bantuan jadi tidak bisa buat main-main,” terangnya. 


Dia menambahkan, panic button tersebut juga menggunakan tenaga solar cell. Sehingga jika listrik mati akan bisa langsung terhubung pada tenaga matahari tersebut. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan bisa digunakan oleh warga. “Jika ada alarm dari panic button maka petugas dari command center akan langsung menindaklajuti,” ucapnya. 


Menurutnya, tiang emergency akan dipasang di sejumlah titik rawan kejahatan dan kampung-kampung, agar jika terjadi keadaan darurat warga bisa segera melapor. Sedangkan, petugas terkait bisa segera menuju lokasi tanpa jeda waktu yang lama. Secara bertahap, panic button akan dipasang secara bertahap melihat kondisi kawasan setempat. 


Anggota Komisi C Vinsensius Awey mengatakan, penyediaan alat emergency call saat ini anggaran yang dialokasikan belum banyak. Hanya sekitar Rp 150 juta. Sebab hanya untuk percobaan di dua titik. “Secara bertahap pasti akan ditambah namun lihat fungsinya lebih jauh,” katanya. 


Politisi Nasdem ini mengungkapkan, panic button diharapkan tidak hanya dipasang di lokasi rawan di jalanan saja. Melainkan juga di kawasan pemukiman padat. Sebab yang rawan justru ada di perkampungan padat. “Fungsinya bisa dipakai oleh warga yang membutuhkan jika ada kondisi darurat kebakaran atau lainnya,” jelasnya. 


Meski anggarannya per alat sekitar Rp 70 juta, imbuhnya, namun DPRD Surabaya akan melihat dan mengawasi terkait percobaan alat tersebut di Dupak dan MERR. Jika dampaknya bagus maka penambahan titik bisa dipercepat. Penambahan anggaran untuk pengadaan bisa dilakukan di perubahan anggaran keuangan APBD 2018 di tengah tahun ini.(vga/no)

Editor : Administrator