Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unitomo Buka Prodi Diploma 3 Teknologi Bank Darah

Administrator • Kamis, 1 Februari 2018 | 21:41 WIB
Unitomo Buka Prodi Diploma 3 Teknologi Bank Darah
Unitomo Buka Prodi Diploma 3 Teknologi Bank Darah

SURABAYA – Tenaga kesehatan yang menangani Bank Darah masih minim, sementara kebutuhan tenaga tersebut semakin  banyak dibutuhkan Rumah Sakit. Hal ini  seiring dengan semakin bermunculan rumah sakit baru, khususnya di Jawa Timur.
Peluang ini ditangkap Universitas Dr Soetomo (Unitomo) dengan membuka Program Studi (Prodi) Diploma 3 Teknologi Bank Darah. Peresmian secara simbolik dilakukan oleh Imam Utomo, Ketua Palang Merah Indonesia Povinsi Jawa Timur di Auditorium  Ki Moh Saleh, Selasa (30/1).
Prodi  Teknologi Bank Darah ini hasil kerja sama antara Unitomo dengan RSU Haji dan PMI Kota Surabaya.  Dan satu-satunya yang ada di Surabaya bahkan di Indonesia timur. Pada tahap awal akan menerima enam puluh mahasiswa. ”Enam puluh persen ikatan dinas dengan rumah sakit ataupun PMI. Sisanya masyarakat umum. Untuk itu segeralah memanfaatkan kesempatan ini. Dan lulusanya akan segera diambil oleh PMI,” jelas Bachrul Amiq, Rektor Unitomo di sela acara peresmian.
Pembukaan Prodi ini untuk memenuhi sedikitnya  2.000 tenaga Ahli Madya di bidang pelayanan darah  yang dibutuhkan di unit-unit  transfusi  dan bank-bank darah di RS di seluruh Indonesia.   Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 83 Tahun 2014 yang menyatakan  setiap RS yang beroperasi di Indonesia, wajib memiliki bank darah dan penanganan pelayanan darah hanya boleh dilakukan oleh  tenaga dengan kualifikasi  Ahli Madya  di bidang pelayanan/tranfusi darah.                   
Imam Utomo menjelaskan  selama ini yang menjadi petugas di tranfusi darah kabupaten/kota maupun bank darah di RS  adalah para lulusan Diploma 1 (D1). Tenaga  yang berkualifikasi Ahli Madya belum ada. “Apalagi, alat sudah semakin canggih, pendidikan tenaga  ahli harus segera ada,” jelas Imam.
“UTD di Jatim  untuk segera mengirimkan  tenaganya untuk mengikuti pendidikan di Prodi ini,” sambung Imam berharap.
Prodi ini tergolong baru. Tercatat  Prodi tersebut masih ada di Solo, Jakarta dan Jogjakarta.  Di Solo dibuka  pada tahun 2016 sedangkan Jakarta dan Jogjakarta baru menerima mahasiswa  pada tahun lalu.
Dekan Fikes Unitomo Miftakhul Khairah  menambahkan, yang bisa melanjutkan pendidikan di Prodi ini tidak hanya dari lulusan SMA/K jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, yang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pun juga bisa mendaftar karena pada semester pertama akan ada matrikulasi perkuliahan untuk menyamakan basic keilmuan. (yad/hen)

Editor : Administrator