SURABAYA – Tenaga kesehatan yang menangani Bank Darah masih minim, sementara kebutuhan tenaga tersebut semakin banyak dibutuhkan Rumah Sakit. Hal ini seiring dengan semakin bermunculan rumah sakit baru, khususnya di Jawa Timur.
Peluang ini ditangkap Universitas Dr Soetomo (Unitomo) dengan membuka Program Studi (Prodi) Diploma 3 Teknologi Bank Darah. Peresmian secara simbolik dilakukan oleh Imam Utomo, Ketua Palang Merah Indonesia Povinsi Jawa Timur di Auditorium Ki Moh Saleh, Selasa (30/1).
Prodi Teknologi Bank Darah ini hasil kerja sama antara Unitomo dengan RSU Haji dan PMI Kota Surabaya. Dan satu-satunya yang ada di Surabaya bahkan di Indonesia timur. Pada tahap awal akan menerima enam puluh mahasiswa. ”Enam puluh persen ikatan dinas dengan rumah sakit ataupun PMI. Sisanya masyarakat umum. Untuk itu segeralah memanfaatkan kesempatan ini. Dan lulusanya akan segera diambil oleh PMI,” jelas Bachrul Amiq, Rektor Unitomo di sela acara peresmian.
Pembukaan Prodi ini untuk memenuhi sedikitnya 2.000 tenaga Ahli Madya di bidang pelayanan darah yang dibutuhkan di unit-unit transfusi dan bank-bank darah di RS di seluruh Indonesia. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 83 Tahun 2014 yang menyatakan setiap RS yang beroperasi di Indonesia, wajib memiliki bank darah dan penanganan pelayanan darah hanya boleh dilakukan oleh tenaga dengan kualifikasi Ahli Madya di bidang pelayanan/tranfusi darah.
Imam Utomo menjelaskan selama ini yang menjadi petugas di tranfusi darah kabupaten/kota maupun bank darah di RS adalah para lulusan Diploma 1 (D1). Tenaga yang berkualifikasi Ahli Madya belum ada. “Apalagi, alat sudah semakin canggih, pendidikan tenaga ahli harus segera ada,” jelas Imam.
“UTD di Jatim untuk segera mengirimkan tenaganya untuk mengikuti pendidikan di Prodi ini,” sambung Imam berharap.
Prodi ini tergolong baru. Tercatat Prodi tersebut masih ada di Solo, Jakarta dan Jogjakarta. Di Solo dibuka pada tahun 2016 sedangkan Jakarta dan Jogjakarta baru menerima mahasiswa pada tahun lalu.
Dekan Fikes Unitomo Miftakhul Khairah menambahkan, yang bisa melanjutkan pendidikan di Prodi ini tidak hanya dari lulusan SMA/K jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, yang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pun juga bisa mendaftar karena pada semester pertama akan ada matrikulasi perkuliahan untuk menyamakan basic keilmuan. (yad/hen)