KOTA –Kontes film indie menjadi wadah yang diharapkan mampu tingkatkan kreatifitas pelajar dalam dunia perfilman Indonesia. Melalui kegiatan kontes film indie, tim Inside SMAM 1 Gresik, bakat siswa dalam menciptakan karya film pendek dan bermakna bisa terus dikembangkan.
Ketua Pelaksana Inside SMAM 1 Gresik Dewi Musdalifa mengatakan melalui kontes atau lomba menjadi ruang alternatif bagi pelajar dalam berkarya.
“Film indie yang dibuat para film maker muda di Gresik, tak berhenti di komputer mereka dan media sosial,” jelasnya. Hal itu itu bisa berujung pada terciptanaya sebuah pertunjukan film, dan banyak digunakan masyarakat sebagai media menyampaikan pesan moral atas karya anak bangsa.
Kordinator Kontes Film Indie Inside Irfan Akbar menambahkan saat ini banyak film make bermunculan. Sayang, mereka belum punya rasa kompetitif dalam menciptakan karya. Dari puluhan karya film anak daerah yang dikonteskan, dianggap tidak memiliki karya baik. Padahal, mereka bisa mengambil isu dan kehidupan sehari-hari memberi pesan moral dengan menghibur dalam rentan waktu 15 hingga 20 menit.
“Ada lima film terbaik yang kita putar, untuk disaksikan para pelajhar di Gresik. Tentunya untuk memberi apresiasi dan memotivasi mereka agar bisa menciptakan karya serupa,” lanjut dia.
Salah satu peserta Ahmad Habibi berhasil meraih penghargaan dalam skenario Terbaik yang berjudul ‘Urip Gae Mati’. Bercerita tentang seorang anak yang peduli dengan literasi di daerahnya. Ia tak tau kenapa keunikan itu di pandang berbeda dengan teman-temannya.
“Jadi saya mengangkat cerita ini karna bullying dan diskriminasi sangat kental di sekitar kita, saya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pelajar melalui sinema,” jelasnya.
Selain bisa sampai dan dinikmati banyak orang, apresiasi yang didapat bisa membuatnya lebih semangat. “Apalagi ketika kit amendapat kritik dan saran, itu membuat saya semakin termotivasi berkarya,” pungkasnya. (est/han)
Editor : Administrator