Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Eksplorasi Sejarah Lewat Pameran Budaya

Administrator • Selasa, 23 Januari 2018 | 16:11 WIB
Eksplorasi Sejarah Lewat Pameran Budaya
Eksplorasi Sejarah Lewat Pameran Budaya

BENJENG-Para seniman dan penggiat sejarah sudah mampu menunjukkan eksistensi melalui pameran budaya. Melalui Benjeng Culture Fair, Komunitas Sewelasan, Komunitas Benjeng Pribumi dan Mataseger mengeksplorasi budaya Benjeng dengan, pertunjukan seni dan bedah buku sejarah dan budaya Gresik, terutama Benjeng.


 


 


 Ketua Umum Sewelesan sekaligus Ketua Umum Pelaksana Benjeng Culture Fair Ali Murtadho mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya tontona bagi masyarakat, namun juga eksplorasi sejarah yang mulai ditinggalkan.


 


 “Kami juga berharap ke depan bisa berkelanjutan dan tiap tahun. Lebih dari itu memicu para pemuda bisa mengangkat dan melestarikan seni budaya lokal,” kata Ali di sela sela pementasan di Balai Desa Metatu Gresik, Sabtu (20/1) Malam.


 


Pameran budaya itu terlihat sangat ramai. Masyarakat bverbondong untuk melihat aksi para seniman dan warga yang turut meramaikanya. Pada mulanya, banyak orang mengenakan kostum laykanya, lengkap dengan wayang kulit dan pemusiknya. Terdapat delapan wayang dan empat penari ini yang membuka dengan adegan menarik. Dalam pewayangan bertajuk ‘Rama dan Sintha’ pewayang menyelipkan beberapa sejarah dan budaya Benjeng.


 


“Ada tambahan ide cerita untuk eksplorasi lagi, yaitu dengan perpaduan wayang sandosa,” terang Sutradaranya Hengky Lengkung Kusuma Jati.


 


Komunitas Benjeng Pribumi, Supai mengatakan pameran budaya tersebut menjadi awal dari festival seni budaya di Gresik Selatan yang bermula dari Benjeng.  “Semoga ini acara awal bagi mereka pemuda lokal, apresiasi masyarakat nantinya juga mempengaruhi keberadan kegiatan-kegiatan seperti ini,” harapnya.


 


Selain drama pewayangan, Benjeng Culture Fair yang digelar dua hari itu juga diisi dengan pameran lukis, puisi, hingga pemutaran film dan bedah buku berjudul ‘Aku Ingin Bersamamu Selamanya Sehari Saja’.


 



 “Tema besarnya adalah Perang Gresik, yang memperingati perebutan kota Gresik dan salah satunya Benjeng menjadi latar,” pungkas Supai. (est/han)

Editor : Administrator