Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sugar Glider, Perawatan Mudah, Sakit Cukup Diberi Madu

Administrator • Senin, 15 Januari 2018 | 23:19 WIB
Sugar Glider, Perawatan Mudah, Sakit Cukup Diberi Madu
Sugar Glider, Perawatan Mudah, Sakit Cukup Diberi Madu

SURABAYA - Suasana di Taman Flora Surabaya, Minggu (14/1), tampak ramai. Banyak masyarakat Surabaya yang rerkreasi bersama keluarga. Bukan hanya keluarga, beberapa komunitas anak muda juga tampak hadir di sudut sarana umum ini. Diantaranya adalah Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Surabaya. Perkumpulan ini merupakan wadah bagi mereka yang mencintai dan memelihara sugar glider atau tupai terbang.  


Pengunjung Taman Flora banyak yang penasaran untuk melihat dan memegangnya. Karena lucu dan jinak, banyak yang bertanya, dari mana asal binatang ini. Sekretaris KPSGI Surabaya Mohammad Asraril Arifin, 25, menjelaskan, sugar glider banyak ditemukan di Papua dan  Australia Utara.


“Sugar glider termasuk binatang sosialita, yaitu binatang yang gampang beradaptasi. Apalagi kalau sering kita pegang dan belai. Makanya banyak yang suka. Termasuk saya,” ujar karyawan swasta salah satu operator telepon seluler ini. 


Pria yang akrab dipanggail Aril ini mengungkapkan, dia dan teman-teman yang tergabung dalam Diakui Aril, tidak susah untuk memelihara hewan nocturnal satu ini, baik makanan dan perawatannya. Sugar glider termasuk pemakan segala. Di alam liar, mereka biasanya memakan serangga, buah dan getah pohon manis. “Lebih susah memelihara hamster,” kata Aril.


Aril menegaskan, untuk memiliki sugar glider harus punya komitmen untuk benar benar merawatnya. “Harus sering dibersihkan, makannya diperhatikan, merawat dan jangan sampai terlepas karena bisa dimangsa hewan yang lebih besar, seperti tikus atau kucing kampung,” lanjut Aril. 


Untuk memelihara sugar glider cukup dibuatkan kandang ukuran sedang, seperti kandang love bird. Tempat tidur cukup dibuatkan dari batok kelapa dengan alas kain  atau tisu agar hangat. Selama ini Aril memberi makan binatang kesayangannya dengan bubur bayi, buah seperti apel dan pepaya serta makanan khusus. Sesekali diberi makan jangkrik atau ulat hong kong.  Bubur bayi sebagai pengganti getah pohon manis. 


“Kalau makan jangkrik atau ulat, air kencingnya bau sekali. Kalau tidak segera dibersihkan, kencingnya bisa menyebabkan sakit,” beber Aril.   


Jika sugar glider sakit, bulunya akan rontok dan nafsu makan turun. Untuk pengobatannya cukup diberi madu. Dengan perawatan yang bagus, sugar glider bisa mencapai umur delapan sampai 15 tahun. (ang/nur) 

Editor : Administrator