Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Targetkan 20 Ribu UMKM Baru lewat Pemberdayaan Ekonomi

Administrator • Senin, 8 Januari 2018 | 23:25 WIB
Targetkan 20 Ribu UMKM Baru lewat Pemberdayaan Ekonomi
Targetkan 20 Ribu UMKM Baru lewat Pemberdayaan Ekonomi

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Surabaya. Melalui beberapa program pemberdayaan UMKM di Dinas Koeprasi dan UMKM yang digaungkan, pemkot ingin ada peningkatan sekitar 20 ribu UMKM baru di Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dalam program tersebut produk-produk UMKM akan di-branding dengan packaging yang menarik agar laku hingga menyasar ke pasar menengah ke atas. Harapannya, pendapatan juga lebih banyak dari hasil menjual di pasar menengah ke atas. “Kita ingin bangkitkan UMKM di Surabaya,” terangnya, Minggu (7/1).
Menurut wali kota kelahiran Kediri tersebut, saat ini sudah ada 8.656 UMKM yang sudah bergabung di program pemberdayaan UMKM itu. Dari jumlah tersebut, ada 99 produk usaha unggulan yang sudah dijual di pasar internasional dan usaha 105 produk yang sudah berstandar nasional dan ASEAN.
“Ada juga 234 produk usaha yang dipasarkan di Jatim. Sedangkan di sisi lain, ada 999 produk mandiri yang sudah bisa berproduksi setiap hari,” katanya.
Wali kota dua periode ini menargetkan, di tahun 2018 jumlah UMKM yang bergabung di program tersebut bisa mencapai lebih dari 20 ribu UMKM. Dengan minat dari masyarakat, maka peningkatan perekonomian akan sangat bagus di Surabaya,” ujarnya.
Saat ini, pelaku UMKM Surabaya tidak hanya diajarkan pelatihan saja, tetapi juga dibantu dalam pengurusan perizinan oleh Pemkot Surabaya secara gratis. Nantinya, para UMKM tersebut akan lebih fokus ke go global, go financial dan go digital agar pemasaran produk lebih banyak karena memasarkannya melalui digital.
Risma menginginkan, dalam pelatihan yang diberikan juga bersifat insidentil. Sehingga, pelatihan secara berkala itu bisa dilakukan sewaktu-waktu agar minat masyarakat dan pelaku UMKM terus meningkat setiap tahunnya.
“Saat ini trend UMKM terus meningkat dan pemkot harus memberikan pendampingan secara tepat,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan mengatakan, pendampingan yang diberikan pemkot kepada pelaku UMKM harus berkesinambungan. Diharapkan dengan pendampingan yang tepat, kualitas dan kuantitas tetap terjaga. “Modalnya juga harus di-support dengan menggandeng bank yang mampu memberikan kredit lunak,” jelasnya.
Politisi Gerindra ini menegaskan, mendukung jika peningkatan UMKM di Surabaya bisa tepat sasaran. Jangan hanya pada tataran ide maupun konsep, namun harus bisa dilaksanakan di lapangan. “Kasihan jika masyarakat sudah terjun ke UMKM tetapi di tengah jalan ditinggal,” pungkasnya. (vga/nur)

Editor : Administrator
#umkm