SURABAYA - Pembangunan Jembatan Ratna yang menghubungkan Jalan Raya Ngagel dengan Jalan Dharmokali sudah mencapai 99 persen. Dari pantauan di lapangan, meskipun belum rampung, jembatan berdesain artistik dengan taman di dua sisi tersebut sudah nampak indah dengan berbagai hiasan-hiasannya.
Beberapa orang masih memasang lembaran aluminium berwarna putih ke tiang penghias jembatan. Salah satu pekerja, Anwar Sanusi, 27, mengatakan pemasangan lapisan tersebut direncanakan selesai empat hari lagi.
“Nanti di balik lapisan ini dipasang lampu warna warni. Kalau malam pasti bagus,” ungkap Anwar.
Saat ini Pemkot Surabaya masih belum memastikan kapan jembatan tersebut bisa dilalui oleh masyarakat. Begitu juga dengan rekayasa lalu lintas masih akan dilakukan ujicoba.
Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Polrestabes, Pangdam, dan Polda mengenai rekayasa lalu lintas.
"Kita masih koordinasi karena itu jembatan kita bersama. Saat ini koordinasi juga dengan Bina Marga dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk membuka median di pertigaan Jalan Bengawan dan Jalan Darmo," kata Irvan, Jumat (5/1)
Dikatakan Irvan, nantinya akan ada penambahan simpang baru yang diselesaikan secara bertahap.Pembuatan simpang tersebut, lanjut Irvan, akan dikerjakan DKRTH dengan membuat area tanaman disekitarnya.
Traffic light juga akan dipasang agar arus lalu lintas tidak macet. Kemungkinan akan diletakkan di persimpangan Bengawan - Darmo serta dimungkinkan juga diletakkan di persimpangan Jalan Kapuas, Jalan Kapuas Bengawan dan Jalan Kapuas Darmo.
"Penambahan trafic ini disesuaikan dengan yang ada di jembatan BAT. Jalan Bung Tomo ke Jalan Ratna akan kita jadikan arah juga di situ. Itu semua masih terus kami lakukan," urainya.
Irvan berharap, dengan diresmikannya jembatan ini, arus lalu lintas bisa lancar. Kemacetan terutama saat jam berangkat dan pulang kantor bisa diatasi. (ang/rud)
Editor : Administrator