KOTA –
Padatnya waktu bekerja bagi wanita karir tidak menghalangi mereka untuk bisa tampil fashionable. Salah satu caranya dengan menggunakan recycle bross. Recycle bross ini, bisa menyulap sepatu formal menjadi lebih cantik dan bagus dalam keperluan informal.
“Seperti pesta, jalan-jalan, hingga acara pernikahan, yang tetap menggunakan sepatu kerja namun dengan looks berbeda,” terang Avianti Fibria, perajin recycle bross ini.
Secara teknis cara membuatnya menyerupai bross, hanya saja pengaitnya yang diganti. Recycle bross ini dibuat dengan memanfaatkan kain perca. Dimana perajinnya memperhatikan motif, warna kain, hingga jenis kain, untuk perpaduannya. “Selanjutnya digabungkan dengan penjepit, agar bisa dicopot dan pasang pada sepatu kerja,” lanjut perempuan asal GKB ini.
Pemesanan Recycle bross sendiri, mulai banyak dalam beberapa bulan terakhir ini. Dalam sebulan bisa memasarkan satu lusin produk ditambah jenis aksesoris lainnya. Harga rata-ratanya adalah Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. “Memang didominasi dengan wanita pekerja, karena bisa dipasangkan langsung dalam sepatu kerja,” ungkapnya.
Untuk recycle bross favorit, glamour looks menjadi yang banyak dipesan. Sebab, sepatu formal atau kerja yang dikenakan, cenderung casual. Sehingga, penghiasnya harus lebih berwarna dan memiliki aksen menyala. “Jadi lebih bling-bling, dan biasanya diserasikan dengan bentuk sepatu atau sandal,” paparnya.
Sementara itu, Lusiana Indah, 24, salah satu yang menyukai recycle bross untuk penghias sepatunya. Ia bisa membawa beberapa pasang recycle bross saat bekerja. Perempuan yang bekerja di salah satu bank swasta ini, bisa menggunakannya saat kebutuhan formal. Misal ke pernikahan hingga jalan-jalan di pusat perbelanjaan. “Jadi sederhana dan cepat, penampilannya dengan cepat juga berubah menjadi lebih santai,” tutur perempuan asal Randuagung tersebut. (est/rof)
memang menjadi salah satu penyakit rawat inap terbanyak di IGD, apalagi pada libur panjang yang semakin banyak kasusnya,” jelas dia.
Ia menambahkan, diare pada libur panjang ini selain banyak menyerang anak-anak, juga meyerang para traveller. Penyebabnya asupan makanan yang tak bersih dan kurang sehat.. Ia menyarankan, untuk menghindari diare agar tak menggangu libur panjang, baiknya memperhatikan betul hal-hal sederhana dalam menjaga kebersihan sebelum makan. (est/rtn)
Editor : Administrator