Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Natal adalah Perayaan Kehidupan

Administrator • Sabtu, 23 Desember 2017 | 20:50 WIB
Natal adalah Perayaan Kehidupan
Natal adalah Perayaan Kehidupan

Umat Kristiani Indonesia merayakan Natal dalam suasana gembira dan sekaligus prihatin. Gembira karena kita diingatkan kembali oleh kabar gembira bahwa keselamatan telah datang ke bumi. Kita disejukkan kembali oleh siraman rohani dan lantunan lagu-lagu Natal yang khusuk. Namun, di sisi lain kita dihadapkan dengan kenyataan yang membuat kita merasa cemas akan masa depan kehidupan kita di masyarakat. Kita menyaksikan berbagai macam peristiwa yang memilukan terjadi akhir-akhir ini yang mendera kehidupan bangsa.
Berbagai macam krisis yang terus melilit perjalanan bangsa kita sejak tahun terakhir ini tak kunjung selesai. Krisis kepercayaan melahirkan iklim politik yang tidak sehat. Terjadi keadaban yang diwarnai rasa curiga, iri hati, perselisihan, dan balas dendam sehingga mengganggu hubungan antar warga dan bangsa. Kebebasan beragama dan beribadat menghadapi berbagai halangan, karena melemahnya sikap tenggang rasa di dalam hidup bersama. Selain itu, kita juga menghadapi peristiwa-peristiwa dunia yang menyadarkan kita bahwa saat ini hidup umat manusia berada dalam ancaman dan permusuhan.
Konflik dan krisis yang terjadi di negara-negara yang sedang bergejolak telah menelan banyak korban nyawa manusia. Jutaan orang sebagai pengungsi mencari tempat perlindungan. Juga banyak negara dan organisasi disibukkan oleh tragedi kemanusiaan ini. Namun sebenarnya, melalui konflik-konflik ini kita disadarkan bahwa dunia ini terancam oleh kobaran api permusuhan dan perpecahan juga kemerosotan ekonomi dan berbagai macam kejahatan sebagai konsekuensinya.
Dalam situasi seperti ini, kita diajak untuk melihat peristiwa Natal sebagai peristiwa kasih dan mulainya damai di bumi. Maka, dengan adanya ketidakberesan, kekacauan, dan kejahatan di dunia ini mau menjelaskan kepada kita bahwa damai Kristus yang dipercayakan kepada kita, ternyata belum kita laksanakan. Malaikat di malam Natal memberi pesan kepada kita;  “Kemuliaan bagi Allah yang maha tinggi dan damai di bumi kepada umat manusia yang berkenan kepada-Nya”. Itu artinya bahwa damai di bumi hanya akan terjadi jika manusia berkenan kepada Tuhan.
Natal memancarkan harapan-harapan baru di tengah kepercayaan hidup dan keputusasaan. Natal membuat sungguh-sungguh hidup, walaupun ada kegetiran, kepahitan, luka, dan duka di dalamnya. Yesus mengatakan, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Ia memberikan hidup bagi orang-orang miskin, para tawanan, orang-orang tertindas, orang-orang buta, orang-orang tersingkirkan, serta mereka yang terhempas, dan terkandas (Luk 4:18-19; 7; 22).
Natal adalah perayaan kehidupan karena Tuhan berpihak kepada kehidupan. Maka, merayakan Natal berarti merenungkan makna kehidupan, memobilisasi daya untuk membangun budaya cinta kehidupan. Tendensi utama dan normal bagi manusia adalah cinta akan kehidupan. Hal ini terungkap dalam kecenderungan dasar untuk mempertahankan hidup dan mengelakkan kematian. Ia lebih suka membangun dan mencipta, daripada hanya mempertahankan apa yang telah ada.
Ada juga yang mencintai budaya kematian. Ciri dasar dari tipe budaya kematian adalah kecenderungan untuk menghancurkan. Bentuk ekstremnya adalah nafsu untuk menghancurkan demi kepuasan melihat kehancuran tersebut. Maka, Natal dipahami dan dirayakan sebagai ungkapan bahan membangun budaya kehidupan, menumbuhkan budaya cinta kehidupan. Namun, akan menjadi ironi besar, bila kita merayakan pesta kehidupan ini dengan terus membiarkan diri terjerat dalam kebiasaan-kebiasaan mematikan.Natal mempunyai gema yang berarti apabila perayaan itu menjadi sebuah momen pembaharuan tekad memerangi korupsi dan membatasi gaya hidup yang terus membawa alam ke jurang kehancuran, Natal berarti Tuhan membangun budaya kehidupan dengan menguatkan yang lemah dan memberi perhatian kepada yang terpinggirkan.
Selamat Natal. (*)

Editor : Administrator