Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangkitkan Budaya Membaca di Pelosok Desa

Administrator • Selasa, 12 Desember 2017 | 04:11 WIB
Bangkitkan Budaya Membaca di Pelosok Desa
Bangkitkan Budaya Membaca di Pelosok Desa

 


Komunitas yang satu ini cukup langka, karena mencoba membangkitkan budaya literasi melestarikan budaya yang hampir punah. Yakni Komunitas Pangon Moco. Komunitas ini beranggotakan pelajar dan mahasiswa yang cinta dengan seni macapat.


 


ESTI SEPTIANI


Wartawan Radar Gresik


 


KEGIATAN Komunitas Panggon Moco dibentuk untuk meningkatkan minat baca. Khususnya anak-anak dan remaja yang berkumpul di perpustakaan mini di Dusun Pancaran, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. 


Perpustakaan mini untuk membangkitkan budaya literasi di kawasan pinggiran yang jauh dari hiruk piruk kota. Sesuai dengan arti nama mereka, komunitas ini menyediakan panggn moco atau yang artinya tempat membaca.


Beragam buku tersedia mulai pengetahuan, teknologi, anak-anak, cerpen, dan agama. Anak-anak hingga remaja, terlihat antusias memilih buku di tempat sederhana tersebut.


Menurut Ketua Komunitas Sosial Panggon Moco, Muhammad Sholihuddin, hadirnya perpustakaan mini untuk mengajak pemuda dan anak-anak meningkatkan minat baca. Selain itu, adanya perpustakaan mini untuk menumbuhkan nilai integritas pada anak sejak dini.


"Panggon moco hadir dengan belajar, membangkitkan literasi dan mengajak masyarakat mulai menumbuhkan nilai integritas sejak dini," katanya.


Dijelaskan, terciptanya perpustakaan mini diinisiasi Komunitas Sosial Panggon Moco. Ini untuk meningkatkan kembali minat baca di masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Terlebih bagi masyarakat desa, untuk membuat mereka memiliki kesibukan yang positif.


“Kita desain dan sosialisasi ke masyarakat dengan cara menarik, agar mereka tertarik lebih dahulu, kemudian mulai menikmati membaca,” urainya.


Sementara itu, Dewi Irmawati, anggota Komunitas Sosial Panggon Moco mengatakan, minat baca saat ini mulai berkurang. Terlebih di masyarakat pedesaan yang sudah mulai menggunakan smartphone dalam menggali informasi. "Motivasinya ya, karena anak sekarang mulai gak banyak suka baca, terlebih mencari informasi handphone tersedia, kan lebih mudah dan akhirnya buku sudah banyak dilupakan. Kami ingin menumbuhkan budaya literasi," lanjut dia.


Selain sebagai tempat menimba informasi melalui buku, perpustakaan mini tersebut juga sebagai tempat untuk bermain yang asik untuk anak-anak. "Selain membaca, perpustakaan mini cocok untuk bermain dan ajang mndidik bagi anak-anak. Bisa jadi alternatif tempat untuk anak betah belajar," tambah dia.


Dia berharap,  nantinya tidak hanya anak-anak yang bisa belajar di perpustakaan. Komunitas Sosial Panggon Moco juga mengajak remaja sekitar untuk bersama kembali membangkitkan literasi khususnya dikawasan pedesaan. (*/ris)



 

Editor : Administrator