Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tekan Angka DBD, Sediakan Satu Jumantik di Setiap Rumah

Administrator • Jumat, 24 November 2017 | 17:05 WIB
Tekan Angka DBD, Sediakan Satu Jumantik di Setiap Rumah
Tekan Angka DBD, Sediakan Satu Jumantik di Setiap Rumah

KOTA –


Pemerintah Gresik melalui Dinas Kesehatan bentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah, pada Kamis (23/11) kemarin. Sejumlah 150 kader ditunjuk sebagai kader Jumantik dan memberikan bimbingan kepada Jumantik di setiap rumah. Ini dilakukan untuk menekan pertumbuhan jentik nyamuk penyebab demam berdarah.


Tercatat dalam data Dinas Kesehatan Gresik, jumlah penderita DBD hingga Oktober cenderung turun dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016 penderita DBD sebanyak 710 jiwa, sedangkan tahun 2017 penderita DBD masih 196 pasien. Sedangkan 1 penderita DBD pada bulan Februari 2017 lalu dinyatakan meninggal dunia. “Penyakit demam berdarah menjadi salah satu prioritas nasional,” terang Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, pada kegiatan pencanangan satu rumah satu jumantik, kemarin.


Ia menerangkan, upaya pencegahan DBD ini harus ditingkatkan. Adanya progam satu rumah satu Jumantik ini, diharapkan mampu menjadi pelindung bagi lingkungan terutama anggota keluarganya sendiri. Ia menyebutkan, peredaran DBD harus ditangani serius. Sebab menurut penelitian, perkembangbiakan nyamuk sangat pesat. Satu ekor nyamuk mampu menelurkan 300 jentik atau larva. "Pada progam ini saya harapkan segera disosialisasikan kepada masyarakat, agar Gresik tercipta keseimbangan Hidup sehat," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim) Kohar Hari Santoso yang juga turut hadir menyampaikan, angka peredaran DBD di Gresik turun sampai urutan 14 dari kota-kota seluruh Jatim. Meski demikian, persoalannya penyakit lainya juga masih banyak. Apalagi di Gresik berdiri pabrik-pabrik besar. Sebelumnya, Gresik banyak menyumbang angka DBD di Gresik. "Kesehatan dan gizi masyarakat harus diperhatikan, sebab lingkungan sangat memengaruhi," jelasnya.


Di tempat yang sama,  Kepala Dinkes Gresik Nurul Dholam mengatakan, program yang diberi nama siap cari jentik, cegah demam berdarah (Si Cantik Cerdas) ini diharapkan bisa terus menekan angka DBD di Gresik. Karena program ini merupakan program pemberdayaan  masyarakat. “Jadi setiap rumah memiliki tanggung jawab akan pertumbuhan jentik,” lanjut dia.


Ia menambahkan, praktik ini sudah berjalan lama. Namun, dengan pencanangan ini bisa membuat masyarakat semakin tegas dan sadar diri. Terlebih saat ini cuaca yang sangat bagus untuk perkembangan jumantik. “Harus lebih waspada,” imbuh dia. (est/rof)



 

Editor : Administrator