SURABAYA-Perempuan memiliki ancaman terkena penyakit kanker. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam satu tahun terdapat 490.000 kasus baru penyandang kanker serviks. Sedangkan kanker payudara rata-rata jumlah pasien meningkat seribu orang.
“Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan kasus kanker serviks di Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak didunia,” ujar Ketua TP PKK Jatim Nina Soekarwo, Senin (30/10).
Bahkan, lanjut dia, penderita penyakit serviks ini tidak hanya menyasar wanita yang sudah menikah saja. Namun juga perempuan dengan usia 21-22 tahun. Adanya perubahan ini, disampaikan wanita yang akrab disapa Bude Karwo itu bahwa harus ada langkah strategis dalam upaya pencegahan. Sebab dalam sehari tingkat kematian karena penyakit ini bisa mencapai 20-25 kasus. Data Dinkes Jatim menyebutkan, dari 700 wanita terdapat sekitar 90 wanita positif terdeteksi menyandang kanker.
Untuk menekan angka tersebut, lanjut Bude Karwo, PKK Jatim bersama pemprov menargetkan sepanjang tahun 2017 sebanyak 132.000 perempuan di Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. “Hingga kini sudah 68.000 perempuan diperiksa. Dan kami terus berupaya jumlah perempuan yang diperiksa lebih banyak lagi,” jelasnya.
Gubernur Jatim Soekarwo pun telah menginstruksikan kepada 20.442 orang aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan yang sudah menikah dan istri dari pegawai di lingkungan Pemprov Jatim usia 30-50 tahun melakukan pemeriksaan IVA Test dan sadanis. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini sangat berterimakasih kepada TP PKK Jatim yang telah mengadakan kegiatan periksa gratis ini.
“Kami kaget sekaligus menyampaikan terima kasih kepada PKK yang punya program luar biasa dan sangat bermanfaat sebagai langkah preventif dan promotif untuk hidup sehat,” kata Pakde Karwo, seusai membuka test IV A tersebut.
Ditambahkan Pakde Karwo, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam perlawanan terhadap kanker serviks atau kanker mulut rahim kepada para wanita serta para ibu. “Kegiatan ini sebagai komitmen pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan melalui upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan kanker,” urainya.
Pemprov sendiri membuka beberapa tempat yang bisa digunakan oleh ASN dalam melakukan test kesehatan. Selain di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, kantor TP PKK dan RSUD Dr Soetomo, ada delapan puskesmas di Surabaya yang bisa dipakai untuk memeriksa. Di antaranya, Puskesmas Ketabang, Sawahan, Mojo, Putat Jaya, Klampis Ngasem,Pucang Sewu serta Mulyorejo.
Editor : Administrator