RADAR SURABAYA - Pernikahan pasangan asal Bangkalan, Donwori, 35, dan Karin, 30, yang semula terlihat harmonis, kini berada di ujung perpisahan. Setelah lebih dari 10 tahun menikah dan dikaruniai tiga anak, rumah tangga keduanya retak akibat konflik berkepanjangan.
Donwori dan Karin menikah pada Juli 2014 di Bangkalan, Madura, lalu menetap di Surabaya dengan mengontrak rumah di kawasan Krembangan Utara, Pabean Cantikan. Selama bertahun-tahun, kehidupan keluarga mereka tampak mulus.
Anak pertama kini berusia 9 tahun, sedangkan si bungsu masih 3 tahun. Namun, di balik itu semua, Donwori mengaku memendam ketidaknyamanan sejak Maret 2023.
Menurut Donwori, konflik mulai sering muncul dengan pertengkaran yang tak kunjung selesai. Salah satu hal yang membuatnya resah adalah kebiasaan istrinya sering keluar malam tanpa izin.
“Awalnya saya pikir biasa. Tapi lama-lama jadi sering. Pulang malam tanpa kabar, nggak jelas ke mana. Saya merasa tidak dihargai sebagai suami,” ujarnya saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Surabaya.
Selain itu, persoalan ekonomi juga memperkeruh suasana. Donwori menilai tuntutan nafkah dari istrinya semakin berat.
“Dia sering minta uang lebih besar, padahal saya sudah kerja maksimal. Gaji saya tidak sebanding dengan pengeluaran yang dia inginkan,” katanya.
Puncaknya, Donwori mengaku sakit hati karena menduga istrinya berselingkuh. Ia mengklaim sudah beberapa kali memergoki Karin bersama pria lain.
“Yang paling menyakitkan itu selingkuh. Bukan sekali dua kali. Saya sudah tidak bisa percaya lagi,” ungkapnya.
Ketegangan itu akhirnya membuat keduanya memutuskan tinggal terpisah sejak awal 2024. Namun, upaya memberi waktu untuk introspeksi dinilai Donwori tidak membuahkan hasil.
“Saya pikir pisah rumah bisa jadi momen untuk memperbaiki keadaan. Tapi tidak ada perubahan. Akhirnya saya mantap memilih berpisah secara resmi,” ujarnya.
Kini, Donwori melanjutkan proses perceraian melalui Pengadilan Agama Surabaya. Ia berharap keputusan ini membawa ketenangan hidup, terutama bagi ketiga anaknya.
Keluarga dari kedua belah pihak sebenarnya sudah berupaya menengahi. Namun, Donwori menilai semua sia-sia jika tidak ada niat dari pihak istrinya.
“Kalau dia sudah tidak punya niat baik, mau bagaimana lagi. Saya hanya ingin fokus membesarkan anak-anak agar mereka tetap punya masa depan,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista