Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Donwori Kesal, Karin Sering Tolak Hubungan Badan karena Alasan KB

Suryanto • Kamis, 7 Agustus 2025 | 15:05 WIB
Ilustrasi rumah tangga Donwori dan Karin. (AI/ABDUL ROZAK/RADAR SURABAYA)
Ilustrasi rumah tangga Donwori dan Karin. (AI/ABDUL ROZAK/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Rumah tangga pasangan Donwori dan Karin kini berada di ujung tanduk. Setelah tujuh tahun menikah dan dikaruniai seorang anak, keduanya telah berpisah tempat tinggal selama hampir satu tahun.

Donwori dan Karin menikah pada Juli 2017 di Surabaya. Awalnya, kehidupan rumah tangga mereka berjalan harmonis. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut mulai retak.

 Baca Juga: Lebih Peduli Istri Baru dan Tak Pedulikan Anak, Donwori Didugat Cerai Istri

Menurut pengakuan Donwori, ketegangan rumah tangga mulai muncul karena istrinya kerap menolak ajakan berhubungan intim. Karin beralasan kehilangan gairah akibat efek samping alat kontrasepsi yang digunakan.

“Katanya karena KB, jadi nggak ada hasrat lagi,” ujar Donwori saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Selain persoalan itu, kondisi ekonomi juga turut memicu keretakan. Donwori yang bekerja sebagai teknisi pembersih mesin kapal barang sempat kehilangan pekerjaan. Demi menafkahi keluarga, ia sempat menjadi pengemudi ojek online. Setelah beberapa waktu, Donwori akhirnya kembali diterima bekerja sebagai teknisi dengan penghasilan antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Namun, kepulangannya dari pelayaran pada Juli 2024 justru menjadi titik balik. Saat mencoba mengajak Karin untuk kembali berhubungan suami istri, ajakan tersebut kembali ditolak.

Merasa ada yang janggal, Donwori lalu berkonsultasi dengan dokter. Dari penjelasan medis yang ia dapatkan, alat kontrasepsi tidak seharusnya menghilangkan gairah seksual secara total.

“Jadi memang ada teman dokter, saya tanya, dan katanya nggak ada hubungannya sama sekali,” imbuhnya.

Sejak kejadian itu, Donwori memutuskan tidak lagi kembali ke rumah mereka di Tambaksari setiap kali pulang dari pelayaran. Ia lebih memilih tinggal bersama orang tuanya. Pada pertengahan Juli 2024, Donwori secara resmi meninggalkan rumah bersama.

Kini, keduanya telah menjalani kehidupan terpisah selama sekitar delapan bulan. Upaya mediasi dari keluarga telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Hubungan mereka kian renggang dan tidak menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi.

“Akhirnya saya yakin untuk menggugat cerai,” tegas Donwori.

Gugatan perceraian itu telah didaftarkan di Pengadilan Agama Surabaya. (*/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#cerai #Rumah Tangga #KB #pengadilan agama #Donwori #Karin