RADAR SURABAYA - Donwori, pria yang menikah dengan Karin sejak Agustus 2007 itu selalu naik pitam saat ditegur. Terutama ketika istrinya meminta agar ia menjadi contoh yang baik dalam rumah tangga.
Pasangan ini menikah dan menetap di kawasan Kecamatan Semampir, Surabaya. Meski belum dikaruniai anak, kehidupan rumah tangga mereka awalnya berjalan rukun dan harmonis. Tak ada pertengkaran berarti selama bertahun-tahun.
Namun, kedamaian itu hanya bertahan hingga awal tahun 2017. Menurut Karin, perubahan sikap Donwori dimulai sejak ia diduga menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain yang dikenal dengan nama Sephia.
“Saya awalnya tahu dari teman kerjanya. Waktu saya tanya-tanya, temannya bilang sendiri kalau Donwori punya simpanan,” ungkap Karin kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Agama Surabaya, baru-baru ini.
Saat Karin mencoba mengklarifikasi kepada Donwori, bukannya mendapat jawaban jujur atau permintaan maaf, ia justru menerima tudingan balik.
Donwori menuduh Karin mencari gara-gara. Sejak saat itu, pertengkaran menjadi makanan sehari-hari dalam rumah tangga mereka.
“Tiap kali kami bertengkar, dia selalu keluar rumah dengan alasan mau ngopi. Tapi tidak pernah dibicarakan dengan baik,” kata Karin.
Puncak perselisihan terjadi pada Juli 2018. Saat itu, Karin memergoki Donwori mengirim pesan mesra kepada Sephia.
Saat ditegur, pertengkaran hebat pun tak terhindarkan. Donwori lalu mengemasi barang-barangnya dan pergi dari rumah.
Dua hari setelah kejadian itu, Karin mendatangi rumah mertua untuk mencari suaminya. Namun, Donwori tak ada di sana.
Ia kemudian mencoba mencari informasi ke beberapa teman suaminya, namun tak satu pun mengetahui keberadaannya.
Sejak saat itu, Donwori menghilang tanpa kabar. Tidak ada komunikasi, tidak ada kejelasan. Hingga akhirnya, Karin pun memutuskan untuk menggugat cerai.
“Saya sudah capek mikirin hubungan ini. Dia pergi begitu saja dan tidak ada tanggung jawab,” tutup Karin dengan nada kecewa. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista