RADAR SURABAYA - Donwori, 32, dan Karin, 28, sama-sama berprofesi sebagai guru. Donwori mengajar sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar swasta.
Sementara Karin mengajar di taman kanak-kanak swasta.
Meski sama-sama sebagai guru, namun, kisah pernikahan mereka justru menjadi pelajaran pahit yang tak layak untuk ditiru.
Menjadi guru honorer dengan gaji di bawah satu juta rupiah membuat Donwori kesulitan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kondisi ekonomi inilah yang menjadi awal keretakan rumah tangganya dengan Karin.
“Awalnya memang dia menerima saya apa adanya, tapi lama-lama berubah,” ujar Donwori.
Pasangan ini menikah di Surabaya pada Mei 2022, dan tinggal bersama orang tua Karin di Karangpilang karena Donwori belum mampu mengontrak rumah sendiri. Orang tua Karin pun tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Untuk menambah penghasilan, orang tua Karin mencarikan pekerjaan sampingan untuk Donwori sebagai operator di salah satu kantor KUA di Surabaya.
“Statusnya semacam pegawai tidak tetap. Gajinya tidak besar, tapi cukup buat tambahan,” kenang Donwori.
Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Donwori jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif, bahkan sampai dua kali operasi.
“Semua biaya ditanggung BPJS,” tambahnya.
Karena kondisi kesehatannya yang menurun, Donwori kehilangan pekerjaan sampingan di kantor KUA. Hal ini membuat Karin kecewa, mengingat pekerjaan tersebut diberikan oleh ayahnya.
Pasangan yang belum dikaruniai anak ini pun mulai sering berselisih. Awalnya hanya masalah kecil, namun perlahan-lahan menumpuk. Salah satunya adalah kebiasaan Karin yang kerap membelikan makanan untuk orangtuanya, yang memicu kekecewaan Donwori.
“Wong masih kekurangan, kok beli-beli makanan,” ucap Donwori.
Meski Donwori sadar bahwa uang itu adalah hasil kerja keras Karin dan ia tak berhak melarang, emosi tetap sulit dikendalikan. Karin pun sebenarnya memahami situasi suaminya, namun pertengkaran sudah telanjur terjadi.
Konflik semakin sering terjadi, bahkan hanya karena hal-hal sepele. Hingga akhirnya, pada akhir Oktober 2024, dalam kondisi emosi, Donwori mengucapkan talak kepada Karin. Ia pun diusir dari rumah dan pulang ke rumah orangtuanya.
Setibanya di rumah, Donwori mengadu kepada orangtuanya. Mereka bertiga kemudian mendatangi rumah Karin untuk meminta penjelasan.
Namun, orangtua Karin hanya menyarankan agar Donwori dan Karin segera mengurus perceraian di Pengadilan Agama Surabaya.
“Mungkin bapak mertua sudah kesal sama saya, makanya disuruh pisah saja,” ujar Donwori mengakhiri ceritanya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista