Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Donwori Tiba-Tiba Hobi Makan di Warung Makan Yang Masakannya Biasa Saja, tapi Yang Jualan Bikin Imannya Tidak Kuat

Nofilawati Anisa • Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:20 WIB
ILUSTRATOR JUJUK SUWANDONO
ILUSTRATOR JUJUK SUWANDONO

Cinta bisa hadir karena terbiasa. Cinta juga bisa muncul karena sering makan masakannya.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Donwori, 40, tipe suami yang sayang istri. Saking sayangnya, tak pernah lupa makan di rumah.

Pergi bekerja pun tak luput bontot masakan istrinya, Karin, 34. Katanya, kalau kangen dengan istrinya, tinggal makan bekal yang dibuat Karin.

Sebagai istri, Karin pun senang bukan kepalang. Punya suami seperti Donwori yang tak rewelan.

Mau dimasakin apa pun, Donwori selalu senang. Karin pun merasa tersanjung.

Untuk menyenangkan suaminya, Karin pun tak bosan-bosan berkreasi. Mulai masakan gudeg khas Yogyakarta hingga nasi jagung Madura.

"Awal mula menikah ya gitu. Jadi saya sampai enggak sabar nunggu suami pulang. Karena pasti saya masak baru. Suami saya kan senang kalau saya masak," ujar wanita asal Bangkalan itu.

Namun setelah delapan tahun pernikahan, Donwori mulai berubah soal selera makanan.

Katanya sudah bosan dengan masakan Karin yang itu-itu saja.

Sejak awal 2021 lalu, Donwori mulai jarang makan di rumah.

Katanya, masakan Karin tak seenak awal menikah dahulu kala.

"Selalu aja ada yang salah. Kurang garam lah. Kebanyakan kuah lah. Kurang daging lah. Pokoknya mulai rewel. Dia bilang kalau lebih suka makan di warung," imbuh Karin.

Anehnya, warung makan yang disinggahi Donwori selalu yang itu saja. Hanya satu warung. Letaknya tak jauh dari rumah mereka di kawasan Surabaya Barat.

“Pasti ada apa-apanya. Wong setelah tak coba, makanan di warung itu juga biasa saja. Nggak ada yang istimewa. Malah masih enak masakanku,” curhat Karin.

Gelagat Donwori yang mulai tak biasa itu membuat Karin curiga juga. Karin pun pasang mata di sana sini.

Mengawasi Donwori yang mulai tak suka makan di rumah saat pulang kerja.

Usut diusut, ternyata Donwori ‘ada maunya’ dengan si pemilik warung langganan itu.

Kebetulan, si pemilik warung masih single dan masuk kategori perempuan grapyak. Sebut saja nama pemilik warung itu Sephia, 38.

“Bener kan? Bukan makanannya yang enak. Tapi, yang punya warunglah yang diincer,” simpul karin setelah hamper enam bulan mengamati tabiat Donwori.

Karena sudah tahu, sejauh mana hubungan suaminya dengan Sephia, Karin siap-siap mundur teratur.

Perempuan dengan alis tebal ini menyebut langkah Donwori sudah tak elok sdan tak bisa ditoleransi lagi sebagai suami. “Saya punya hak minta cerai,” tegasnya dengan mantab. (*/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#perceraian di surabaya #Sephia #Donjuan #perselingkuhan #penyebab perceraian #Balada Rumah Tangga #penyebab selingkuh #Donwori #Karin #PA Kelas IA Surabaya #Kisah rumah tangga