Perasaaan perempuan memang sulit ditebak. Antara ya dan tidak, antara kenyataan dan yang di dalam hati, kadang seringkali beda jauh.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Donwori boleh dibilang kurang beruntung dalam hal asmara. Seumur hidupnya yang hampir menginjak kepala tiga, ia baru sekali menemukan perempuan yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang.
Dan ndilalah, sekalinya jatuh cinta kok ya tersakiti juga. Donwori yang baru setahun menikah, harus merasakan sakit hati untuk pertama kalinya.
Satu-satunya perempuan yang berhasil menyentuh hatinya rupanya berdusta. Malah kabur bersama pria lain. Nggondol harta kekayaannya pula.
Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya beberapa waktu lalu ia bercerita bagaimana jahatnya Karin, 25, istrinya. "Ini sudah bulan ketiga semenjak Karin kabur," ujarnya pelan.
Donwori masih ingat betul, hari itu Kamis, pas di pertengahan bulan Agustus 2023. Donwori sedang dinas ke luar kota selama beberapa hari. Tak ada curiga atau apa. Semua normal-normal saja.
Hingga saat pulang, Donwori tak mendapati Karin di rumah mereka, kawasan Benowo, perbatasan Surabaya-Gresik. Almarinya kosong. Hanya sebuah surat yang Karin tinggalkan di kasur. Oh, meski kejam, Karin puitis juga rupanya, pakai surat-suratan segala.
Di secarik kertas itu, Karin menuliskan kalau ia sengaja meninggalkan Donwori. Katanya, ia mau kembali ke mantan yang merupakan cinta satu-satunya sejak lama. Tanpa rasa berdosa, di secarik kertas itu Karin juga menuliskan kalau ia membawa kabur sertifikat rumah dan tanah yang ada di lemari.
Kaburnya Karin tentu jadi pukulan tersendiri oleh Donwori. Sebagai newbie dalam hal percintaan, Donwori baru tahu betapa sakitnya dikhianati oleh orang yang paling dicintai. Dan benar, lebih sakit dari sakit gigi.
Namun sebenarnya posisi Donwori ini di tengah-tengah. Antara sakit hati dan blank. Shock dengan apa yang sedang terjadi. Karena bayangan Karin akan selingkuh tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya.
"Sehari-hari biasa. Dia melayani saya juga baik. Tidak ada istilahnya yang suka telepon lelaki, atau sembunyi-sembunyi ketemuan," ujar guru IPS di sebuah SMA swasta itu.
Bahkan dulu, bukannya Donwori yang PDKT, melainkan Karin sendiri. Karin dulunya adalah anak magang perawat yang mendatangi sekolah tempat Donwori mengajar.
Dalam misi semacam kegiatan sosial yang memberikan sosialisasi kesehatan untuk anak-anak. Kenalanlah keduanya.
Kala itu, Karin juga yang ngotot minta nomor handphone Donwori. Karin juga yang ganjen mengirim pesan kepada Donwori terus-terusan.
"Sering sekali ngirim makanan ke sekolah. Sampai aku jadi bahan godaan guru lain. Mulai saat itu, saya ada rasa senang sama dia," lanjut Donwori.
Upaya Karin tak berhenti di situ. Karena Donwori masih lempeng meski sudah suka, Karin juga kerap mendatangi rumah Donwori. Apel yang terbalik. Dari sini, hubungan itu tumbuh perlahan. Keduanya pun pacaran.
Eh, di tengah jalan Karin berkhianat. Ia balikan dengan mantannya semasa SMP yang fisiknya Donwori akui memang lebih tampan. Yang menurut orang-orang terdekat Karin, sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya macam program wajib belajar pemerintah, sembilan tahun lamanya.
Sejak itu hubungannya dengan Karin renggang. Karin berkhianat, Donwori masih pasrah dengan keadaan.
Beberapa bulan setelah pengkhianatan itu, Karin balik lagi ke Donwori. Memohon maaf. Meminta belas kasih Donwori untuk balikan kembali. Karin mengaku menyesal telah mengkhianati Donwori demi laki-laki yang jahat perangainya. "Karena masih cinta saya, akhirnya tak maafkan. Dan tak nikahi langsung," imbuh Donwori.
Namun rupanya Karin lagi-lagi labil dan berkhianat. Dan menyia-nyiakan cinta tulus Donwori. Kini, Donwori sudah mentok. Cintanya sudah ia buang jauh-jauh. Donwori ingin berpisah dari Karin, dan pergi jauh dari hati mantan istrinya itu. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto