Cinta itu kadang membingungkan. Karena gara-gara cinta, banyak orang menjadi tidak bisa berpikir dengan akal sehatnya.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Ceritanya, Karin,35, berada dalam hubungan pernikahan toxic. Donwori, 38, suaminya adalah tipikal yang suka mukul. Tak peduli salah maupun benar.
Entah hebat atau miris, hubungan pernikahan itu sudah jalan 11 tahun ini. Bahkan sudah menghasilkan dua anak.
Coba tebak alasannya? Apa? Karena anak? Yak, Anda salah. Awalnya, radar Surabaya juga berpikir demikian. Namun rupanya bukan. Lantas apa?
Ada yang salah di pikiran Karin dulu. Dia beranggapan, bercerai adalah sesuatu yang sangat buruk. Maka sebisa mungkin dia hindari. Akhirnya, mau seperti apa pun perlakuan Donwori kepadanya, Karin diam.
Mirisnya lagi, perlakuan abusive Donwori ini sudah dia terima jauh sejak pacaran. Pasti pembaca ada yang nyeletuk, tahu gitu kenapa tetap mau dinikahi ?
Yah, mau bagaimana lagi. Pikiran Karin terlalu polos untuk berpikir jernih.
"Kalau tidak sama Donwori, siapa yang mau menikahi saya?" jawabnya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Oh rupanya Karin insecure tentang jodoh. "Saya sempat pikir, Donwori pasti berubah lah nanti saat sudah menikah," lanjutnya.
Dan, kenyataannya tentu jauh dari bayangan. Bukannya makin tobat, setelah menikah Donwori justru menjadi-jadi. Jenis KDRT-nya makin variatif.
Kalau masa pacaran maksimal kena tampar, setelah menikah ya dipukul hingga ditendang.
Sudah babak belur begitu, Karin tidak kapok. Karin bahkan akhirnya hamil anak pertama. Berharap dengan Donwori yang jadi bapak, dia akan tobat.
Kenyataannya tidak juga. Karin tetap babak belur jadi sasaran amukan Donwori.
Kalau Karin bisa berpikir rasional, melihat percobaan pertamanya gagal harusnya sih dia sudah minta cerai. Keyakinannya terpecahkan, punya anak ternyata tak bisa mengubah perangai.
Namun entah apa yang merasuki Karin. Dia mencoba lagi kedua kalinya, Karin pun hamil lagi.
Saat hamil itu, harapan Karin tetap sama. Berharap Donwori tobat karena dititipi tanggung jawab anak.
Hasilnya bisa ditebak lah, Donwori tetap suka KDRT. Pria 45 tahun itu malah makin tak menghargai Karin.
Sialnya, si Karin ini tak kapok. Dia hamil lagi untuk ketiga kalinya
Berhasil? Tidak lah. Malah, di kehamilan ketiga, Donwori sudah sering tak pulang.
Tak juga memberikan nafkah. Dia grisinen di rumah yang penuh bayi. Bahkan Donwori kecantol wanita lain.
Dari sini, Karin tersadarkan meski sudah sangat terlambat.
"Bahkan berani bawa pulang selingkuhannya. Dilihat anak-anaknya," sambatnya.
Merasa hal itu sudah tak benar, Karin maju menggugat cerai. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto