Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sambatan Istri Muda di Sukolilo Surabaya, Kewarasan Suaminya Berubah Sejak Kesetrum Listrik

Nofilawati Anisa • Sabtu, 2 Maret 2024 | 15:57 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono

Kesetiaan pasangan diuji ketika rumah tangga ditimpa pada kesusahan. Yang bisa bertahan berarti lolos ujian. Kalau yang tidak, ya wasalam.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Habis manis sepah dibuang. Peribahasa itu cocok dan pantas dilayangkan pada nasib malang yang menimpa Donwori. Yang malah ditinggal Karin saat membutuhkan sosok pendukung.

Ceritanya, sudah dua tahun otak Donwori geser. Penyebabnya, suatu ketika pria 30 tahun itu kesetrum parah. Aliran listrik itu tak sampai mengambil nyawanya. Namun merebut kewarasan Donwori.

Donwori yang awalnya jadi tulang punggung keluarga, kini tak bisa lagi bekerja. Lah bagaimana kalau kerja ditanya sedang apa saja, ia hanya merespons dengan tertawa.

Disodori obeng dan sekrop, ya hanya diayun-ayunkan saja. Sudah tak tahu fungsinya. Padahal dulunya Donwori paling mahir kalau disuruh servis motor mogok. Ahlinya.

Akibatnya, peran kepala rumah tangga itu berubah. Sudah dua tahun ini, Karin yang bekerja. Serabutan saja. Yang penting anak suami bisa makan. Kalau pagi ia membatu di toko, malamnya ia bekerja di warung angkringan.

Awalnya pekerjaan itu Karin lakukan dengan suka rela. Mau bagaimana lagi. pikirnya. Namun setelah bertahun-tahun ia lelah juga.

"Aku harus kerja siang malam, belum ngerawat suami yang sekarang cuma jadi pajangan, pegel Mbak, " curhat Karin di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya beberapa waktu lalu.

Karin merasa, sudah cukup ia berbakti. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk memeras keringat siang dan malam. Ia kini ingin bebas, jadi perempuan yang kodratnya mengurus rumah saja. Bukannya yang harus bekerja banting tulang begitu.

"Masalahe Mas Wori iku ngamukan saiki, loro gak tambah sabar, malah ndadi," keluh perempuan yang tinggal di Sukolilo Surabaya ini.

Beban kerja ditambah perlakuan Donwori ini membuatnya tertekan luar dalam. Dan hingga pada sampai puncaknya, rasa lelahnya tak bisa ia tahan lagi.

Karin tak memungkiri, pilihannya ini membuatnya jadi bahan gunjingan orang sekampung.

Terlebih keluarga besar Donwori yang tak terima melihat fakta anaknya dicampakkan oleh Karin.

Tapi ia mantap untuk menutup mata, menutup telinga. Ora ngurus. "Nuruti omongan wong gak ono enteke. Rasane awakku iki nelongso bendino," lanjut ibu dua anak ini.

Bahkan tak jarang ia mendengar rumor miring. Bahwa Karin sudah punya selingkuhan kaya. Makanya tega meninggal Donwori yang sudah tak bisa diambil manfaatnya.

Dari pengakuan Karin, perceraiannya karena murni lelah. Bukan karena ada selingkuhan atau apa. Tapi ya tidak menutup mata nantinya.

Jika ada yang mendekat suatu saat, ia juga akan membuka hati. Toh usianya masih muda juga. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Rumah Tangga #selingkuh