Tresno jalaran soko kulino. Rumus ini menggambarkan kisah cinta Donwori, 35, juragan warkop, suami seorang teller bank, yang kepincut dengan pengasuh anak tetangganya.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Sejak menikah, Karin, 35, memang berkomitmen tidak ingin nganggur. Dia memutuskan untuk menjadi wanita karir.
Konsekuensinya, Karin harus pandai berbagi waktu dengan sang suami, mulai pekerjaan hingga mengurus rumah. Termasuk ngemong anak.
“Saat anak pertama masih kecil, tidak ada masalah karena waktu itu saya masih jualan online di rumah. Tapi pas anak kedua lahir, kebetulah saya sudah diterima jadi teller di sebuah bank,” kata Karin saat menghadiri sidang di Pengadilan Agama (PA), Senin (12/2).
Donwori yang pekerjaannya kalah keren (karena gajinya lebih kecil) dibanding Karin, terpaksa mengalah.
Donwori harus rela mengurus rumah dan menjaga anak mereka sejak pagi hingga sore hari. Baru malamnya Donwori menjaga warkop miliknya di kawasan Tambak Sawah, Sidoarjo.
Dari situlah Donwori akhirnya mengenal Sephia, 22, pengasuh anak di rumah sebelah.
Anaknya dan anak tetangga memang sepantaran sehingga mereka sering runtang-runtung bareng. Tentu saja ditemani Donwori dan Sephia sebagai pengasuhnya.
“Awalnya saya nggak curiga saat Mas Wori sering cerita membawa thole ke tetangga sebelah. Namanya juga anak-anak. Eee… lama-lama kok keterusan. Mas Wori juga sering ngajak anak-anak jalan-jalan ke mall. Tentu saja anak tetangga dikawal baby sitter-nya. Dari sini hati saya mulai gringgingen,” curhat Karin.
Kejadian serupa bukan hanya terjadi sekali-dua kali, melainkan berkali-kali-kali-kali. Selalu saja ada alasan Donwori untuk berkilah.
Yang anak tetangga sakit dan minta diantar ke puskesmas-lah, yang mengantar Sephia ke dokter-lah. Maklum, tetangga sebelah memang kedua-duanya sibuk bekerja, sehingga yang ada di rumah hanya Sephia dan satu orang pembantu rumah tangga.
Baca Juga: Satpol PP Lakukan Tindakan Tegas seperti Ini pada Puluhan Reklame yang Tak Bayar Pajak
Kecurigaan Karin memuncak ketika menemukan fakta suaminya WA-an dengan Sephia. Meski sudah ditegur, Donwori sepertinya tak peduli.
“Suatu hari saya ambil hp-nya yang tergeletak di meja. Saya lihat WA mereka. Masya Allah, mesra banget Mbak. Kayak ABG. Walau begitu, Mas Wori tetap ngeles,” cerita Karin.
Tapi begitu dia menangkap basah mereka sedang telepon-teleponan, Karin sudah tidak bisa lebih sabar. Karin mengambil langkah taktis untuk pisah dari Donwori.
Terlebih karena anak sulungnya yang sudah bersekolah di SD mendukung Karin. Konon si sulung juga risih sering ngonangi bapaknya sir-siran dengan Sephia.
“Saya makin mantap setelah menyaring gosip-gosip tetangga kanan-kiri,” tandasnya. Karin tidak ingin putri sulungnya mendapat teladan buruk dari bapaknya sendiri.
Donwori sempat memohon agar Karin tidak melayangkan gugatan cerai. Tapi, Karin bergeming dan terus maju pantang mundur. “Lagian saya sudah tidak percaya lagi sama papae anak-anak,” pungkas Karin. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto