Semua pasangan suami-istri pasti ingin mempunyai keturunan. Tapi, bagaimana kalau salah satunya mandul?
TIM Wartawan Radar Surabaya
Penantian Donwori, 38, untuk mendapatkan momongan dari istrinya, Karin, 35, terhenti. Itu terjadi usai keduanya memeriksakan kesehatan organ reproduksi ke obgyn.
Mereka penasaran lantaran sudah 10 tahun menikah, namun tidak juga dikaruniai buah hati.
“Ternyata rahim Karin bermasalah. Macet, tidak bisa memproduksi telur yang bisa dibuahi,”’ tutur Donwori.
Tentu saja mereka kecewa. Walau begitu, Donwori sama sekali tidak ingin berada di pengadilan agama untuk menceraikan Karin.
Tapi, di sisi lain, dia juga tidak mau pernikahannya sia-sia tanpa menghasilkan ‘profit’ sama sekali.
Suatu hari dalam thenger-thenger-nya Donwori seperti mendapatkan wangsit untuk menikahi adik Karin, Sephia, 28, yang yang masih perawan tingting.
Ide ini muncul karena Sephia sudah beberapa kali dijodohkan orang tuanya, tapi selalu menolak. Eee ndilalah ketika dipedekate Donwori, kok menunjukkan tanda-tanda mau dan setuju.
“Saya sempat mendiskusikan ini dengan Karin. Saya mau main bersih dan jujur, ingin memadu Karin dengan adiknya,” kata Donwori.
Kaget bukan kepalang, Karin tentu saja tidak terima. Tapi, kesadaran atas ketidakmampuannya menghasilkan keturunan membuat dia sadar bahwa Donwori pasti merindukan momongan.
Akhirnya dengan berat hati Karin setuju untuk dimadu dengan adik kandungnya sendiri.
Setelah Karin dan Sephia oke, Donwori maju ke mertuanya, Mira. Alhamdulillah pula, Mira juga oke-oke saja.
Bisa jadi karena Mira juga sudah ngempet kepingin nimang cucu. Oh ya, Mira itu hanya punya dua anak, Karin dan Sephia.
“Daripada saya nyari yang orang luar, mending di keluarga saja. Biar nggak jadi omongan dan gampang menjalaninya,” jelas Donwori.
Donwori lantas menikah siri dengan Sephia dan memboyongnya ke rumahnya dan Karin di kawasan Tandes, Surabaya.
Rumah tangga one for two itu berjalan mulus hingga akhirnya Sephia benar-benar hamil dan melahirkan.
Tapi saat umur si bayi menginjak dua tahun, Karin tiba-tiba mengibarkan bendera putih. “Karin minta cerai,” tegas Donwori.
Karin mengaku sudah tak diperlukan lagi di keluarga itu. Karin juga merasa punya tanggung jawab ingin membahagiakan adiknya dengan memberikan Donwori pada Sephia.
Supaya buah hati Donwori vs Sephia, punya keluarga yang utuh. “Ia minta pulang ke rumah Ibu dan ingin merawatnya,” sambung Donwori.
Meski begitu, menurut Donwori, hubungan kakak beradik itu masih stabil. Mereka juga sempat berdiskusi sebelum Karin melayangkan gugatan cerai ke pengadilan.
“Ya sekarang tinggal fokus menceraikan Karin. Kalau sudah sah cerai, mau segera mensahkan pernikahan dengan Sephia. Semoga semua dilancarkan. Aamiin,” Donwori mengakhiri ceritanya kepada Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, dua pekan lalu.
Radar Surabaya hanya bisa thenger-thenger mendengar cerita rumah tangga Donwori yang rumit bak cerita di sinetron itu. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto