Casing itu penting karena bisa membuat penampilan seseorang menjadi menarik. Tapi, ‘mesin’ juga jauh lebih penting. Mohon maaf saja, apa artinya casing bagus tapi mesinnya tidak jalan mulus?
TIM Wartawan Radar Surabaya
Dengan tampang super santai, Karin, 29, duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Sembari memainkan hapenya yang sudah bluwek, Karin menceritakan bagaimana bisa hubungan rumah tangganya kandas begitu saja.
Kata Karin, itu semua gara-gara Donwori, 31.
"Salahnya Mas Wori sendiri, kok senengnya uzo (minum-minuman keras, Red). Akhirnya ya penyakiten gitu," papar perempuan dengan alis mirip Krisdayanti zaman muda itu.
Gara-gara penyakit suaminya ini, jelas Karin, ia berkali-kali dibuat kecewa. Utamanya dalam urusan di atas kasur.
Kini, Donwori sudah tak lagi bisa memuaskan Karin. Karin yang sudah berharap tinggi pada janji-janji suaminya, akhirnya selalu kecewa.
"Dia mesti nantang. Bisa-bisa, tapi ujung-ujungnya malah gak bisa sama sekali. Kadung pengenku wes ngepolll," keluhnya lagi.
Karin menjelaskan, dulu suaminya memang lihai sekali. Banyak sekali cara yang membuat Karin senang.
Namun kini suaminya macam tak berdaya saja. Padahal Karin menginginkan hubungan bisa kembali sepanas dulu. Namun, kini semuanya hanya di angan-angan.
Gara-gara urusan di atas kasur yang tak pernah final ini, Karin akhirnya sering uring-uringan kepada suaminya.
Baca Juga: Gadaikan Mobil Rental, Eh Duitnya Malah Dibuat Kencani Wanita Lain
Karin merasa Donwori tak perkasa lagi. Tak bisa jadi pelindung yang bisa mengayominya, memberikan kasih sayang untuknya.
Karin mengaku, beberapa bulan belakangan, ia juga sering kesepian.
Keadaan ini diperparah dengan Donwori yang semakin membebaninya. Semenjak sering sakit-sakitan, jatah belanjaannya berkurang.
Bisa dibilang, gaji Donwori hanya habis untuk berobat. Sementara untuk sehari-hari, kini gaji Karinlah yang dikorbankan.
"Dulu gajiku ya cuma buat seneng-seneng atau kalau masih sisa ya ditabung. Malah sekarang habis tiap bulannya untuk nomboki obatnya dia," lanjut Karin.
Karin menjelaskan, semua kesialan suaminya ini karena kebiasaan buruk.
Donwori yang lingkungannya suka mabuk-mabukan, ikut terbawa. Hampir setiap hari Donwori mabuk-mabukan. Hingga kerasnya miras menggerogoti tubuhnya.
"Salah sendiri, sudah tak ingetin dari dulu suruh berhenti tapi gak mau," katanya kesal.
Merasa lelah dan putus asa, akhirnya Karin beranikan diri meninggalkan suaminya.
Cintanya yang dulu menggebu hilang entah ke mana. Karin mengaku lelah, juga kesepian dan kurang kasih sayang.
"Lha kenapa aku harus mempertahankan orang yang merepotkan gini. Nafkah lahir batinku keteteran," pungkas Karin. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto