Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Trauma Tiap Jam 10 Rumah Didatangi Pria Bertubuh Besar, Ternyata yang Datang Kawanan Ini

Nofilawati Anisa • Sabtu, 13 Januari 2024 | 15:25 WIB
ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono
ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono

Hutang itu seperti kopi. Kalau sudah ketagihan, kita sulit melepaskan diri. Jadi, jangan coba-coba terjebak hutang karena bisa bikin rumah tangga buyar.

TIM  Wartawan Radar Surabaya  

Mahligai rumah tangga Karin, 37, tiba-tiba rusuh tak karuan. Sudah sekitar enam bulan ini, tiap sekitar jam 10.00, rumah Karin di kawasan Medokan Surabaya kerap didatangi penagih hutang.

Karin pun terkejut bukan kepalang. Merasa tak punya hutang tapi banyak debt collector berdatangan. Ada apa gerangan?

Saking banyaknya, Karin merasa hidupnya terancam. Sebab debt collector-debt collector itu itu mengancamnya. Jika hutang yang nilainya sudah dua digit tak segera dibayar, rumah pun bisa bubar.

Yang paling membuat Karin trauma, ada dua lelaki bertubuh besar nan gagah berdiam di depan pagar rumah. "Awal-awalada yang dating tapi pergi. Nagih hutang, katanya. Lah saya merasa enggak hutang sama siapa-siapa kok ditagih," kata Karin memulai pembicaraan.

Merasa ada yang janggal, Karin melapor pada sang suami, Donwori, 36. Saat itu, Donwori tak bilang apa-apa.

Karena makin banyak yang datang, Donwori sampai harus pindah rumah. Ia nginap di rumah orang tuanya, di kawasan Surabaya Utara. Katanya, takut kalau setiap hari didatangi penagih hutang.

"Sempat ngungsi loh Mas. Pulang ke rumah ibuk (mertua Karin, Red). Ya takut, kok tiba-tiba banyak yang nagih gitu loh. Malu juga sama tetangga," beber wanita asal Asemrowo Surabaya itu.

Eh ladalah... Donwori akhirnya ngaku juga. Jika yang berhutang adalah dia. Sontak saja Karin emosi tak karuan. Karin pun jengkel karena Donwori kerap berhutang dan tak pernah bilang-bilang. Katanya sudah puluhan juta banyaknya.

Sejak saat itu, biduk rumah tangga Karin dan Donwori pun goyah. Hari-harinya dipenuhi pertengkaran dan perselisihan.

Saking jengkelnya, Karin minggat dari rumah. Ikutan balik ke rumah orang tuanya sendiri. "Ya mau gimana lagi, saya yang jadi sasarannya," ujar wanita berambut cepak itu.

Karena merasa sudah tak ada jalan, Karin pun pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. Gugat cerai Donwori, katanya. Karin merasa sudah tak tahan lagi hidup dengan Donwori yang suka menumpuk hutang.

"Sudah Mas sudah enggak mau lagi saya. Ini yang hutang dia, kok saya yang jadi korban. Selama ini disimpan saja enggak pernah bilang-bilang. Terus duit yang dari hutang itu buat apa? Jangan-jangan buat pacarnya," terangnya, enteng. (*/opi) 

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #penagih utang #debt collector #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin