Perhatian terhadap pasangan memang sangat diperlukan. Sebab jika tak diperhatikan, siap-siaplah ada pelakor yang datang.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Impian Karin, 26, memiliki pasangan yang penuh perhatian pupus sudah. Sebab suaminya, Donwori, 29, ternyata tipe lelaki yang dingin. Sedingin kulkas dua pintu. Jarang bertutur kata jika tak penting, hingga tak mudah senyum.
Akibatnya, baru lima bulan menikah, Karin mulai resah. Karin mengaku sifat dingin Donwori tak biasa. Akibatnya kerap bertengkar hingga bikin geger para tetangga.
"Gini nih kalau dapat pria hasil perjodohan. Kukira awalnya perhatian. Eh kok malah karakternya seperti orang yang tak peduli," ujar Karin.
Awalnya Karin berusaha menerima. Namun lama-lama, Karin tak kuasa. Penyebabnya Karin merasa Donwori tak pernah membuat dirinya bahagia. Katanya kalau enggak minta, ya enggak dikasih apa-apa. "Masak urusan keuangan aku harus ngomong dulu. Harusnya peka dong sama istri sendiri, enggak usah minta sudah dikasih," ujarnya.
Urusan belanja misalnya, Karin kerap pergi sendiri. Sebab setiap pagi, Donwori tak pernah mau bangun pagi. Padahal ada banyak urusan rumah yang perlu dibantu Donwori. "Ya kan bisa anterin aku ke pasar, sudah tahu aku enggak bisa motoran," imbuhnya.
Karena kesal, Karin pun marah-marah. Katanya tersiksa punya suami tak pernah perhatian. Lama-lama Karin yang sudah bosan dengan kehidupan yang begitu-begitu saja pergi dari rumah.
Bak gayung bersambut, ada pria lain datang dengan penuh perhatian. Sontak saja hal itu bikin Karin kepincut. Kerap penuhi kebutuhan Karin tanpa harus diminta. "Ya enggak seperti dialah pokoknya," katanya.
Hal itu pun akhirnya diketahui Donwori. Akibatnya masalah rumah tangga Karin makin runyam. Akhirnya Karin dan Donwori sepakat pisah. Pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya untuk percaraian. "Ya kalau sudah enggak ada kecocokan mau gimana lagi," jelasnya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto