Jika tak punya penghasilan lebih, jangan kebanyakan polah. Jika itu dilanggar, bisa-bisa jadi masalah.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Karin, 27, tipe wanita yang neriman. Walau suaminya, Donwori, 27, adalah driver transportasi online, tak jadi persoalan. Bagi Karin, yang penting tanggung jawab dan enggak macam-macam.
Usai menikah 2020 silam, Karin dan Donwori tinggal Wonorejo. Sayang, kebahagian Karin tak bertahan lama. Biduk rumah tangga Donwori mulai diterjang badai, awal 2023 lalu. Donwori mulai banyak tingkah.
"Awalnya itu mulai sering pulang larut malam, bahkan hingga pagi. Awalnya sih ya saya maklum. Namanya juga driver online, siapa tahu rezekinya banyak di malam hari," curhat Karin.
Karin berusaha bersabar. Sayang, kelakuan Donwori makin hari kian menjadi. Karin yang kesal karena Donwori sering pulang pagi, berusaha menegur.
Namun, teguran itu justru dibalas bentakan hingga kemarahan. "Aku istrinya lho Mas. Dibentak-bentak. Ya nangis dong aku. Masa cuman nanya dan minta jangan pulang pagi, kok dibalas bentakan," imbuhnya.
Masalah tak berhenti di situ. Sejak saat itu, Donwori malah mulai jarang memberi nafkah. Kadang sebulan hanya ngasih Rp 500 ribu. Karin pun mengeluh. Sebab kebutuhan rumah tangga begitu banyak.
Namun hal tersebut tak digubris Donwori. Masalah ekonomi itu membuat biduk rumah tangga Karin makin kacau. Usut diusut, Donwori ternyata punya wanita lain. Pantas saja Karin tak pernah diperhatikan. "Nah baru sadar kalau dia punya selingkuhan. Kalau pulang pagi, itu artinya Mas Wori tidur di rumah selingkuhannya," beber Karin yang gercep menyelediki polah suaminya itu.
Merasa sudah dikhianati, Karin melapor ke orang tua dan mertua. Atas saran mereka, Karin diminta pisah saja. Karin akhirnya pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. "Gugatan sudah dikabulkan. Senang akhirnya bisa lepas dari dia," katanya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto