Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jadi Korban KDRT Suami yang Pengangguran, Mertua: Rasakno Salahmu Dewe

Nofilawati Anisa • Senin, 11 Desember 2023 | 22:51 WIB
ilustrasi iso ae
ilustrasi iso ae

Cerita edisi kali ini wajib dibaca oleh anak-anak milenial alias anak zaman now. Yang hobi nekat karena modal cinta sesaat.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 21, dan Donwori, 21, ini awalnya konco plek. Bisa disebut bestie. Saking bestienya, pergaulan mereka malah kebablasan.

Singkat kata, Karin dan Donwori dinikahkan. Tapi, belum tiga tahun menikah sudah mau bubaran saja.

Karin yang saat itu sedang menunggu giliran sidangnya memberikan testimoni langsung, bagaimana pernikahan dini sangat merugikan baginya.

Seperti pasangan prematur lain, Karin menikah gara-gara ‘kecelakaan’. Ia yang saat itu masih duduk di bangku SMA, terlalu takut untuk aborsi. Akhirnya ia dinikahkan karena semakin hari perutnya kian membesar.

Akhirnya resmilah pasangan muda ini menikah. Namun, jangan kira pernikahannya berjalan bahagia. Perbuatan sembrononya ini membuatnya menyesal seumur hidup.

"Orang tua marah sekali. Setelah dinikahkan seadanya, aku disuruh pindah. Suruh ikut suami," jelasnya di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.

Alhasil, Karin pun tinggal bersama mertuanya. Namun masalahnya tak cukup sampai di situ. Ia akhirnya tinggal dengan mertua.

Karena Donwori belum bisa bekerja. Uang bulanan pun masih ikut jatah dari orang tua Donwori.

Ini yang jadi masalah baru. Karena bukan dari keluarga konglomerat, jatah yang diterima Karin tentu saja tak seberapa. Sak welase.

Istilahnya hanya cukup untuk beli pembalut dan popok bayi. Itu pun harus dicukup-cukupkan.

Sebenarnya juga sudah sangat mending karena untuk makan, mereka juga masih nimbrung. Namun, kebutuhan istri dan bayi tak sesimpel beli cilok kan?

Sementara Karin yang masih muda, adakalanya juga ingin bersolek. Namun ia bingung, mau dapat uang dari mana buat beli kuota untuk update sosial media. Juga uang untuk beli lipstick, bedak, blush on, eye shadow dan teman-temannya itu.

Wong suami juga masih belum bekerja. Akhirnya, tak ketemunya supply and demand dalam rumah tangga Karin ini kerap membuat keluarga kecil ini cekcok.

Karena geregetan, tak jarang Karin mendesak Donwori untuk bekerja. Sayangnya, Donwori juga belum siap jadi bapak rumah tangga. Didorong bukannya semangat, Donwori malah marah-marah.

Hingga akhirnya yang kerap terjadi, keduanya sering terlibat cekcok. Bahkan tak jarang Donwori suka sekali main tangan.

"Tak bilangi kebutuhane banyak, aku malah dipukul. Sering juga disebut bawa sial. Asline sing salah kan dekne sing menghamili," kata Karin, sebal.

Kalau kata Karin, pikiran Donwori memang belum dewasa. Ia masih suka nongkrong di warkop. Mabar games atau kalau di rumah hanya tidur saja. Tanpa mengindahkan statusnya yang sudah menanggung anak orang.

Karin awalnya mencoba bertahan. Berharap lama kelamaan suaminya sadar seiring kerap diingatkan orang tua setiap hari. Namun, tetap tak ada perubahan. Ia tetap direndahkan. Karin juga tetap dipukuli.

Tanpa respons dan bantuan dari mertua, sering saat Karin dihajar Donwori, mertuanya hanya berlalu dengan tatapan mengolok. Seakan bilang, "Rasakno, salahmu dewe kan". (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori Donjuan