Jarang ada perempuan yang betah menjadi pendamping pria yang pengangguran. Tapi, Karin mampu bertahan hingga 20 tahun pernikahan.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Karin, 53, terpaksa menggugat cerai suaminya, Donwori, 55, ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. Gara-garanya Donwori tiba-tiba hilang tak ada kabar. Sudah dicari ke mana-mana juga tak ada.
Karin bercerita, biduk rumah tangganya dengan Donwori mulai goyah sejak 2019 silam. Karin kerap memarahi Donwori lantaran suaminya itu perlahan-lahan mulai tak bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik.
"Mulai sering malas kerja. Saya kan marah, mentang-mentang saya PNS, eh dia malah enak-enakan di rumah," ujar Karin kesal.
Donwori memang anak orang kaya. Orang tuanya punya perkebunan sawit di Malaysia yang diwariskan ke Donwori. “Tapi, ya nggak lantas emoh kerjo ngunu kuwi,” tegasnya.
Lama-lama, perseteruan ruang tangga yang sudah 30 tahun diarungi Karin mulai retak. Bak aspal yang mengelupas, Donwori perlahan mulai lepas. Kerap menghilang hingga berbulan-bulan.
Apalagi waktu itu ada pandemi Covid-19. Donwori makin gak jelas pergi ke mana.
Saking lamanya menghilang, Karin menjadi terbiasa. Apalagi anak-anaknya juga sudah mandiri. Anak pertamanya kuliah di Malang, sedangkan yang bungsu di Solo.
"Biasa Mas kalau rumah tangga kan ya masalah ekonomi harus dijaga. Tapi malah enggak kerja, dan ngilang entah ke mana," imbuh Karin.
Puncaknya, pertengkaran hebat melanda rumah tangga Karin dan Donwori.
Hingga 2021 lalu, Karin terpaksa pisah rumah. Katanya sudah tak betah tinggal bersama Donwori. Pilihannya pisah rumah saja.
Sebagai aparatur sipil negara yang baik, Karin pun mengajukan izin cerai ke instansi tempatnya mengabdi. Usai mendapat izin, Karin pun pergi ke PA Kelas 1A Surabaya untuk mengurus perceraiannya.
"Biar pun sudah usia, saya bangga dan lega. Apalagi anak-anak juga sudah dewasa. Jadi saya enggak masalah enggak ada suami," jelasnya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto