Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suami Percaya Klenik, Telur untuk Sajen Digoreng Jadi Telur Mata Sapi

Nofilawati Anisa • Selasa, 5 Desember 2023 | 15:51 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.

Lahir di era tahun 80-an, Karin bisa disebut perempuan moderen. Perempuan yang akal sehatnya lebih dominan daripada akal-akal yang lain. Termasuk akal untuk memercayai dunia perklenikan.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 43, akhirnya memutuskan menggugat cerai Donwori, 47, suami yang sudah lebih dari dua dekade menemaninya. Ia tak punya pilihan lain. Keputusan itu diambilnya karena semakin hari bukannya makin lurus, namun Donwori makin kendho alias bodoh.

Tak cukup dengan pendapatannya, Donwori mulai main klenik. “Dodolan tahunan yo gak tau nglirik ngunuan. Saiki dolanane aneh-aneh!” cerita Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, beberapa hari lalu.

Karin sendiri tak begitu jelas praktek pesugihan apa yang dilakukan suaminya. Ia baru tahu kalau Donwori mulai tak beres manakala ada sesajen bertebaran di sudut rumah.

Bentuknya sama persis seperti sesajen yang biasa diletakkan di perempatan jalan. Kembang tujuh rupa yang mengeluarkan semerbak bau wangi yang mengerikan. Lengkap dengan telurnya.

Juga ada bau-bau dupa di hari-hari tertentu. Bikin kepala Karin pusing dan paru-parunya menjadi sesak. “Omah wis gak sehat maneh,” sambatnya.

Beberapa hari sebelumnya, Donwori juga sempat membongkar plafon rumah.

Karin pikir saat itu Donwori sedang membenahi atap atau genteng yang rusak, karena persiapan musim hujan.

Rupanya tidak. Tapi Donwori sedang menalikan kain kafan di salah satu kayu penyangga rumah.

Mengetahui tindakan demi tindakan aneh suaminya, Karin tak tinggal diam.

Ia bahkan sempat memarahi suaminya. Menentang keras praktek syirik yang dilakukan Donwori. Namun, omongan Karin hanya dianggap angin lalu. Bukannya didengar, Karin malah kena marah.

Baca Juga: Ketua Bappilu PDIP Jatim Sebut Ganjar - Mahfud Kombinasi Ideal, Optimis Menangi Pilpres 2024

“Wes kon meneng ae, gak usah kakean cangkem,” ujar Karin menirukan ujaran Donwori yang memang keras perangainya.

Karin jelas merasa takut dengan praktek klenik yang dilakukan suaminya. Ya maklum, usianya sudah hampir setengah abad. Ia sudah lebih dari paham, konsekuensi apa yang dialami mereka para pencari pesugihan. Ada harga yang harus dibayarkan. Ia takut keluarganya nantinya jadi korban.

Itulah mengapa, Karin berusaha menggagalkan praktek klenik suaminya. Sebisanya. Salah satunya adalah menggoreng telur yang dipasang jadi pelengkap sesajen, dan dijadikannya telur mata sapi.

Karin mengakui, ia melakukan itu beberapa kali. Tanpa takut keracunan atau kesurupan. “Pokok goreng ae, rasane yo biasa kok, sing penting awak dewe gak percoyo se,” ujarnya santai.

Melihat sajennya dimusnahkan Karin, Donwori muntab. Marah sejadi-jadinya. Segala umpatan kasar meluncur dari mulutnya hingga melukai harga diri Karin.

“Lha mosok Mas, aku sing dirabi wis 20 tahun kalah ambek endog sing sekilo gak sampek Rp 50 ribu,” Karin berusaha meyakinkan Radar Surabaya bahwa apa yang ia lakukan adalah benar.

Sesuatu yang dipasang Donwori di atap pun Karin coba ambil tanpa sepengetahuan suaminya.

Ngerinya, di atas plafon, tak hanya kain kafan saja, namun Karin menemukan berbagai barang ajaib yang tak ia tahu apa fungsinya. Berbagai bungkusan di kain lusuh pun ada di sana.

Karin sendiri mengaku tak mampu menghentikan suaminya yang makin hari makin aneh. Kadang, Donwori bisa pergi beberapa hari. Meninggalkan dagangannya dan keluarga. Ditanya ke mana, Donwori tidak mau mengaku.

Karin curiga, suaminya ini sedang mencari wangsit. “Jarene saiki saingane tambah akeh. Jawane gak gelem kesaing, mangkane klenik ngene,” Karin menjabarkan alasan Donwori melakukan pesugihan.

Namun Karin merasa, bukannya semakin maju, ia merasa warung kopi suaminya malah kian bangkrut. Lah bagaimana, sering ditinggal pergi. Karin sendiri makin putus asa dengan suaminya.

Di tengah rasa putus asanya itu, Karin memutuskan untuk menyudahi pernikahannya dengan Donwori. Ia semakin nekad karena orang tuanya mendukung. “Kaluarga besar juga kasih support,” pungkasnya, enteng. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin