Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Balada Malam Pertama Pengantin Tua: Istri Masih Menyala, Suami Sudah Menyerah

Jay Wijayanto • Kamis, 23 November 2023 | 00:32 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.

Siapa bilang urusan di atas ranjang, selalu laki-laki yang menang?  Nggak juga, kok. Buktinya, Donwori ampun-ampun dengan istrinya.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Biasanya laki-laki akan minder untuk membahas beginian. Ya maklum, konon katanya kepiawaian laki-laki di ranjang adalah suatu kebanggaan.

Namun Donwori ini lucu. Pria 58 tahun ini tidak malu sama sekali. Tapi malah mempermalukan diri sendiri yang pede-pedenya menikah. Padahal untuk ‘begituan’ saja, Donwori sudah tak kuat.

Hahaha. Tak pikir sik isok koyok biyen, beronde-ronde. Ternyata wes gak mampu!” serunya di kantor pengacara yang berada di samping Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Donwori mengaku belum genap setahun usia pernikahannya dengan Karin, 41. Namun, Donwori terpaksa cukupkan saja.

Selain karena tidak mampu lagi mengimbangi istrinya yang minta setiap malam, Donwori juga minder sendiri dengan keadaannya.

Di awal menikah, Donwori tidak sadar kalau fisiknya sudah selemah itu. Seingatnya dulu, saat malam pertama, performanya tidak begitu mengecewakan.

“Yah, kalau dipersenkan, 70 persen lah. Maklum, wes lama gak kepake. Ditambah capek karena resepsi,” ceritanya santai.

Lanjut ke malam-malam berikutnya, Donwori mengaku performanya mulai membaik. Dari yang awalnya 70 persen, akhirnya meningkat 80 persen. Nah, malam ketiga ini lah masalahnya.

Kala itu Donwori mengaku sedang semangat-semangatnya. Staminanya lagi bagus-bagusnya. Donwori bisa bilang performanya saat itu lebih dari 100 persen. Karin pun mengakui kejantanan suaminya malam itu.

Celakanya, karena ketagihan, beberapa jam kemudian, Karin minta lagi. Dan surprise,  ternyata Donwori sudah tidak mampu di ronde kedua. “Ya itu, gak bisa (maaf) ereksi. Jan antara bingung mbek panik dadi siji waktu itu,” jelasnya lagi, tidak ada sedihnya, tertawa-tawa saja.

Malam-malam selanjutnya, juga selalu sama. Karena muda, Karin masih semangat-semangatnya meminta jatah.

Kalau Donwori bilang, hampir setiap hari Karin minta. Karin juga selalu minta untuk ronde kedua.

Namun hampir setahun itu, Donwori tak pernah bisa mengabulkan keinginan istrinya. Dia benar-benar hanya mampu satu ronde.

Yang tak habis dipikir, sudah tahu suaminya tak mampu, Karin ini tetap saja memaksa. Ujung-ujungnya kecewa.

Setelah pergolakan batin yang lama, ditambah rasa malu dan tak berdaya yang semakin menumpuk, akhirnya Donwori memutuskan untuk menceraikan Karin saja.

Biar Karin bisa cari pasangan seimbang, pikirnya. Dan harga dirinya tetap selamat tanpa tertekan perasaan bersalah setiap malam.  (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin