Dunia semakin tua. Banyak orang kehilangan akhlak dan empatinya. Sampai-sampai tak merasa berdosa menyatukan istri dan selingkuhan dalam satu atap.
TIM Wartawan Radar Surabaya
YA... seperti kelakuan Donwori, 26, suami Karin, 24. Yang dipikir berapa kali pun tetap ramashook. Bikin sakit pikir saja. Karin menceritakan, ia dan Donwori adalah pasangan muda. Keduanya tinggal di sebuah kontrakan sederhana, di daerah Wonokromo. Lantaran diusir orang tuanya yang tak merestui hubungan pernikahan yang berawal dari kecelakaan itu.
Mulanya, Donwori sangat percaya diri mengatakan bahwa ia akan menjaga Karin serta bayinya dengan sepenuh hati. Namun, seiring waktu berjalan, ucapan Donwori terasa hanya omong kosong saja.
Donwori mulai aneh-aneh. Di saat Karin sedang butuh-butuhnya partner untuk merawat bayi, Donwori timbul tenggelam. Kadang ia pulang kerja hingga larut, entah main ke mana dulu. Kadang tak pulang. Dan bahkan kalau pulang pun, ia acuh pada anaknya. "Meskipun di rumah, mau anak nangis ya gak urus. Dia lebih mentingin tidur," keluh Karin.
Hal itu terjadi bulanan hingga sesuatu yang tak pernah ia bayangkan terjadi. Suatu ketika, Donwori pulang-pulang bawa perempuan lain.
Kala itu belum sadar siapa wanita di hadapannya hingga si selingkuhan Donwori, sebut saja namanya Sephia, menunjukkan tatapan intimidasi. "Tanpa izin saya, Mas Wori bilang kalau mulai sekarang, Sephia, teman kerjanya tinggal bersama kita," tuturnya.
Kata Karin yang masih menyimpan kecewa, kala itu Donwori bahkan tidak mau repot menjelaskan siapa itu Sephia. Dia dari mana sampai kenapa bisa diinapkan di rumah laki-laki yang notabene sudah berkeluarga.
Karin pun tak bisa berbuat banyak. Ia sakit hati, tapi ya, gimana lagi. Ia masih butuh laki-laki yang membiayai popok dan susu anaknya. Alhasil, ia hanya menyimpan rasa kesal manakala melihat Donwori berbicara dengan mesra pada Sephia di rumah. Ia harus rela melihat Donwori berangkat kerja berboncengan dengan selingkuhannya.
Dan, ia juga harus kuat ati manakala melihat Sephia senyum penuh kemenangan setiap kali dibela oleh Donwori.
Oh ya ngomong-ngomong, Sephia ini licik. Meskipun ia pasangan ilegal istilahnya, ia tak takut pada istri pertama Donwori.
Bahkan kerap membuat fitnah-fitnah yang membuat Karin kena damprat suami. Di rumah kecil itu, ia bahkan bak ibu tiri mempekerjakan pembantunya.
Perlakuan-perlakuan kasar dan merendahkan harga diri itu, selama ini Karin redam saja. Hingga akhirnya, ia tak tahan lagi mendapati suaminya sedang berhubungan badan dengan Sephia di dapur rumah. Dilakukan lewat tengah malam. Di rumah yang ada Karin, juga buah hatinya bersama Donwori.
"Malam-malam kok ada suara mendesah. Saya curiga langsung mendekat ke arah dapur. Sumber suaranya astaghfirullahhhh. Saya refleks melempari mereka dengan alat dapur yang bisa saya lihat. Panci, gelas, wajan melayang," ujar Karin pilu.
Namun, dasar Donwori bejat. Ia bukannya malu, namun malah memukul Karin karena tak terima ditimpuki dengan barang dapur. Sephia pun begitu, ia tak ada gentarnya.
Seketika itu, Karin berpikir, pernikahan ini, sudah tak boleh dilanjutkan lagi. Ia sudah menyerah dengan pasangan edan macam Donwori.
Karin memilih mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya. "Meskipun serabutan kerja buat anak. Anak saya titipkan orang, tapi hati lebih tenang daripada tinggal bareng suami bejat," pungkasnya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto