Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gegara Suami Hanya Pulang Sebulan Sekali, Brondong Nganggur pun Disaut

Jay Wijayanto • Selasa, 17 Oktober 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono

Kalau kata psikolog, life begins at 40. Di usia ini, orang cenderung menikmati relasi yang sudah terbentuk. Tapi, kasus ini sebaliknya. Justru lebih memilih buka cabang daripada menikmati yang sudah ada.

Wartawan Radar Surabaya 

Bisa dikatakan Karin adalah wanita jablay yang juga tak tahu diri. Sudah ketahuan selingkuh, eh dianya tak mau rugi.

Ketika diceraikan suami, perempuan 44 tahun itu malah menuntut uang Rp 100 juta. "Aku gak sembarangan ya Mas. Itu gantinya selama ini dia gak ngasih nafkah," katanya, saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, awal pekan lalu.  

Keretakan hubungan pernikahan Karin sebelumnya adalah disebabkan oleh Donwori. Kalau kata Karin, entah benar entah tidak, Donwori orangnya tidak bertanggung jawab.

Donwori yang pekerjaannya sebagai sopir tak akan pulang kecuali akhir bulan. Hal itulah yang dijadikan Karin alasan untuk menggencani pria lain, dengan alasan kesepian. 

Akhirnya, kencanlah Karin dengan seorang laki-laki. Kenalan dari kenalannya. Namanya Donjuan. Donjuan usianya terpaut belasan tahun lebih muda ketimbang Karin.

Yah bisa dikatakan, Donjuan lebih pantas memanggil Karin dengan panggilan "tante" ketimbang "sayang". 

Karin awalnya heran, dari mana Donwori tahu kalau ia ada main dengan laki-laki lain. Karin sendiri ngakunya main aman. Ia tak pernah mengajak Donjuan ke rumah.

Pun juga chattingan dengan sang kekasih gelap, selalu ia hapus. Ketemuan di luar pun, Karin selalu mencari tempat yang aman. Tidak di keramaian.

Namun kata Karin, belakangan Donwori kerap menginterogasinya. Karin ditanya, apa ada pria idaman lain.

Tak jarang Donwori bahkan menggertak. Katanya, awas saja kalau ada PIL, tamat riwayat Karin. Meski sebenarnya takut juga, Karin mencoba bersikap woles.

"Aku curiga, kayake dia dilapori orang yang gak seneng sama aku. Tapi siapa," lanjut Karin,  penasaran. 

Dan akhirnya, perselingkuhan itu ketahuan juga.  Di hari perdana Donjuan main ke rumah, waktu itu Karin berpikir kalau jadwal kepulangan Donwori masih satu mingguan lagi, terbongkarlah semuanya.

Karena tak kuat menahan rindu, Karin memanggil PIL-nya. Dan tanpa dijemput tanpa diundang, karena memang bukan jailangkung, Donwori pulang. Memergoki Karin suap-suapan dengan Donjuan.

Sampai di situ Radar Surabaya membayangkan adegan Donjuan dipukuli oleh Donwori bak film India.

Sementara Karin nangis-nangis sambil memegangi kaki Donwori meminta ampun, dan berteriak pada Donjuan untuk segera pergi.

Sementara tetangga sekitar berhamburan datang karena penasaran dengan apa yang terjadi. Dan tebakan itu, ada benarnya juga, meskipun sedikit mbeleset

"Tahu aku sama cowok, dia langsung ngamuk. Wah kalau gak aku lerai, bisa mati itu Donjuan dihabisi Mas Wori," cerita Karin kemudian.

Rupanya tak ada adegan drama Karin menangis minta maaf dan adegan tetangga kepo itu. 

Alih-alih menangis meminta maaf, Karin malah gantian ngamuk ke Donwori. Karin tak mau disalahkan.

Malah Karin ganti menyalahkan Donwori. Karin katakan, seandainya Donwori lebih sering pulang, ia tak akan selingkuh. Keduanya pun sepakat bercerai saat itu juga, tentu tak baik-baik.

Sementara tuntutan uang itu, hadir kemudian. Ketika mengurus proses cerai, ide itu terlintas.

Karin tak mau rugi. Donwori yang jarang pulang hingga jatah yang kurang banyaklah yang ia jadikan senjata. 

"Dapet Mbak duitnya? Rp 100 juta full?" tanya Radar Surabaya sekepo-keponya. 

"Belum, makanya ini masih ngurus juga. Pokoknya harus dapet. Aku yakin dia punya uang banyak kok, cuma pelit sama istri," tukas perempuan asli Sawahan ini, penuh amarah dan semangat. (*/opi)

 

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #selingkuh #brondong #Donwori Donjuan