Jika sudah berkeluarga, urusan rumah tangga jadi urusan berdua. Jangan pernah merasa paling berkuasa. Sebab, bisa menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga.
Tim Wartawan Radar Surabaya
Kurang sabar apa Donwori, 52, ini. Tiga kali diusir istrinya, Karin, 51, tak membuat Donwori lantas pergi. Sebab Donwori masih memikirkan dua anaknya yang masih belum dewasa sepenuhnya.
Namun sayang, sikap keras Karin akhirnya membuat Donwori luluh juga.
Pria asal Benjeng Gresik itu bercerita, menikahi wanita asal Sawahan Surabaya itu sejak 1999. Awal mula menikah, kehidupan Donwori dan Karin baik-baik saja.
Hingga akhirnya Karin melahirkan dua anak Donwori. Cukup aman, tentram dan juga damai. ”Menikah atas persetujuan bersama lah mas. Kan dulu juga pacaran. Jadi ya bahagia aja awal menikah sampai punya anak-anak,” ujar Donwori.
Namun sejak 2018 silam, biduk rumah tangga Donwori mulai diterpa masalah. Biduk rumah tangga keduanya kerap diisi pertengkaran dan perselisihan. Bahkan Donwori sampai diusir dari rumah bersama oleh Karin.
Namun karena masih memikirkan anak-anak, Donwori masih bersabar. ”2020 saya diusir lagi Mas dari rumah sampai pisah ranjang. Padahal itu rumah bersama. Tapi saya masih memikirkan anak-anak,” imbuh Donwori.
Donwori dan Karin masih hidup bersama. Namun 2021 lalu, Karin kembali mengusir Donwori dari rumah. Sejak saat itu, biduk rumah tangganya mulai renggang.
Meski begitu, 2021 lalu masih sempat berkumpul walau sudah tak ada komunikasi. Kesabaran Donwori rupanya habis juga.
2021 lalu, pertengkaran keduanya terjadi cukup hebat. Karin kerap memaksakan kehendaknya dalam segala urusan rumah tangga termasuk keuangan dan harta. Donwori yang sudah tak kuat pulang ke Gresik.
Puncaknya, Donwori mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. Sebab Karin sudah tak lagi bisa diajak komunikasi baik-baik. ”Dia itu egois Mas. Saya sudah nyerah, dan mending pisah,” jelasnya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto