Anak pertama jadi momen yang ditunggu-tunggu setiap keluarga. Termasuk Donwori, 32, yang sangat girang ketika saat jagoannya lahir.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Namun, kesenangan tersebut hanya sesaat karena rumah tangga yang dibangun bersama istrinya, Karin, 27, kandas di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya. Ya gara-gara kehadiran jagoan tadi.
Saat bayinya lahir, Donwori senangnya bukan main. Terlebih karena anaknya yang lahir adalah laki-laki.
Seperti pria kebanyakan, ia amat berharap agar si mungil mirip dengannya. Ibarat copy paste-nya. Namun, harapan itu jauh panggang dari api. Jangankan mirip, baunya pun jauh beda.
’’Mulanya saya nggak nyadar Mbak. Saya kemakan euforia menjadi bapak baru. Bahkan warna rambutnya yang cokelat, saya abaikan,’’ curhat Donwori saat antre menunggu panggilan sidang, sepekan lalu.
Kecurigaan baru muncul setelah dia mendengar bisik-bisik tetangga yang meragukan keaslian produksinya. Masak Donwori yang perawakannya berstandar lokal menghasilkan output berstandar internasional. Aneh. Nggak masuk akal.
’’Anak kami memang berkulit putih dan berambut keriting cokelat. Matanya juga kecokelatan,’’ akunya. Ini beda jauh dengan Donwori dan Karin yang berkulit sawo mangkak.
Para tetangga mendengungkan kecurigaan lantaran Karin yang memang bekerja sebagai tour guide. Keahliannya berbahasa asing membuat Karin laris di-booking mendampingi para Londo. Ya Londo-Inggris, Londo Amrik, sampek Londo-Korea.
Donwori tidak melarangnya lantaran itu sudah jadi profesi perempuan yang dinikahi pada 2019 itu ketika masih lajang. Tapi sayang, kepercayaan Donwori disiakan-siakan begitu saja oleh Karin.
’’Saya akhirnya ada bukti. Saya menemukan foto mesra Karin dengan bule di akun email-nya di HP,’’ ujarnya.
Tentu saja itu menjadi pukulan telak bagi Donwori. Terlebih setelah ia amati ciri-ciri, si bule amat mirip dengan jabang bayi yang ada di kediamannya di Lidah Wetan.
Ketika dikonfirmasi, istrinya sempat mengelak mentah-mentah. Donwori tidak kehabisan akal. Akun email di HP istrinya yang belum sempat di-log out dijadikan alat untuk mencari bukti dengan berbalas-balasan email dengan si bule.
’’Hingga akhirnya si bule menanyakan kabar Karin setelah cinta semalam mereka! Saya muntab. Saya desak terus, sampai akhirnya Karin terdesak dan mengaku,’’ kata Donwori penuh emosi.
Walau Karin menegaskan bahwa bule itu hanya sekali men-sponsori produknya, Donwori bergeming. Tanpa babibu lagi. Donwori yang berprofesi sebagai pegawai bank itu langsung mengambil keputusan: you… me, end!
Talak cerai jadi jalan menuju pengakhiran rumah tangga mereka. ’’Walau satu kali tetap saja itu namanya pengkhianatan. Itu tusukan yang tajam,’’ tandasnya.
Karin memang mengaku bahwa ia sempat khilaf. Pengakuan Karin, hubungan satu malam dengan si bule terjadi saat mereka sedang melawat menikmati kapal pesiar. Bule asal Belgia itu menidurinya dengan janji bakal dinikahi.
’’Lihat saja nanti, setelah saya cerai, apakah dia jadi kawin sama si bule? Mbel. Kalau memang jadi ya syukur, kalau nggak ya sukur!’’ tandas Donwori yang mengaku tetap kangen dengan si buah hati yang mirip pak bule. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto