Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dianggap Gak Becus Urus Duit, Dipecat dari Jabatan ‘Menteri Keuangan’

Nofilawati Anisa • Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:50 WIB
Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono.

Salah satu tugas istri dalam rumah tangga adalah menjadi ‘menteri keuangan’. Ngurusi keluar masuk uang. Sayangnya, untuk urusan yang satu ini, Karin, tidak lolos.  Makanya ia dipecat alias dicerai.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Sepertinya ada yang tak beres dengan pola pikir Donwori. Laki-laki 35 tahun itu mengibaratkan rumah tangganya seperti sebuah negara. Ia presidennya, sementara Karin, 33, istrinya adalah menteri keuangan.

Nah, si Karin ini sedang tahap diputus alias dicerai sepihak. Alasannya pun sungguh klise. Malah terkesan diada-adakan. Ia katakan jika sang istri tak bisa menjalankan tugasnya sebagai menteri keuangan dengan baik. Hingga ia harus menumpuk utang di mana-mana.

"Gimana mau mengatur keuangan kalau satu hari hanya diberi jatah Rp 50 ribu. Uang segitu mah gak bisa diatur. Apa-apa sekarang mahal. Beras aja sekilo sing lumayan enak sudah Rp 15 ribu. Dadi wong wedok (istri, Red) kudu pinter nyukup-nyukupno," omel Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, belum lama ini.

Dengan uang Rp 50 ribu, lanjut Karin, ia harus pandai memutar otak. Ia harus berpikir super keras agar suami dan dua anaknya tetap bisa makan tiga kali sehari, jajan, beli kebutuhan sehari-hari, bayar sana sini, hingga urusan dapur lainnya.

Belum lagi kebutuhan sekolah yang remeh temeh. Yang sebenarnya tak remeh juga, seperti beli pensil, penghapus, buku tulis, dan buku gambar.

Alhasil, perempuan yang tinggal di Manukan Kulon itu sekali dua kali utang pada tetangganya. Itu pun Karin lakukan hanya ketika ia terdesak. Membeli buku paket anak atau berobat. Pokoknya hanya ketika butuh yang gede-gede saja. Yang gawat darurat.

"Lagu lama lah. Aku pasti dimarahin habis-habisan, digoblok-gobloke kalau minta dia (Donwori, Red). Jadinya, ya utang. Yok opo maneh. Mosok kate nyolong," jelasnya.

Hingga suatu ketika utang Karin terkumpul hingga nominal jutaan. Sang tetangga yang saat itu perlu uangnya balik, datang ke rumah untuk menagih. Kebetulan saat itu Donwori lah yang menemui.

Sontak, Donwori yang tak tahu menahu istrinya utang sana-sini, langsung menalaknya. "Dia muntab lah. Langsung malam itu juga aku ditalak gara-gara dianggap tak becus jadi istri. Halah, yo wes. Aku dewe wes gak betah sama dia, " keluh Karin.

Sempat, di awal-awal menikah, lanjut Karin, dirinya pergi bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, sudah sempat jalan beberapa tahun, Donwori melarangnya dengan alasan perempuan bekerja itu ajaran Barat.

Yang membuat perempuan makin ngelunjak karena punya penghasilan dewe. Alhasil Karin pun berhenti bekerja. 100 persen ia menjadi ibu rumah tangga. Mengurus Donwori dan dua buah hatinya. "Yo akhire koyo ngene. Nglarang gak kerjo, tapi gak sesuai karo sing diwehne. Akhire aku kudu iso nyukup-nyukupne ngene,” lanjutnya.

Meski sempat sedih, perempuan dengan hijab polosan ini malah lega dicerai suami. Rupanya sudah bertahun-tahun Karin ngempet hidup bareng laki-laki berwatak keras dan ngeyelan itu. Daripada ia tak tenang hidupnya karena terus-terusan  ngerundel, ya penyelesaian terbaik adalah pisah.

"Aku lho ya gak pasrah bongkokan. Di rumah iku, aku ya dikit-dikit bantu dia dengan jualan Sophie Martin sama Tupperware. Tapi, ya memang hidup di kota gede ini uang segitu gak cukup. Yo wes lah. Mbuh. Ancen garis nasibku kudu ngene," pungkas Karin pasrah bongkokan. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori Donjuan