Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nikahan Habis Rp 100 Juta Lebih, Eh Istri Malah Kabur dengan Bule

Jay Wijayanto • Selasa, 22 Agustus 2023 | 21:44 WIB

 

Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono.

Fit and proper test tampaknya dibutuhkan sebelum sepasang laki-laki dan perempuan memutuskan untuk menikah. Kok bisa? Ya supaya masing-masing pihak gak merasa terzalimi di kemudian hari. 

TIM Wartawan Radar Surabaya 

Malang nian nasib Donwori, 34. Rupanya, cintanya yang tulus kepada Karin, 34, hanya dimanfaatkan istrinya itu sebagai pelarian. Sementara di hati Karin, sudah ada nama seseorang. Laki-laki, bule, cinta matinya. 

Proses perkenalanan Donwori dengan Karin memang tergolong singkat. Keduanya baru berkenalan selama dua bulan dan langsung memutuskan untuk menikah. Saat itu tak banyak yang Donwori pikirkan.

Usia keduanya yang sama-sama sudah di garis kritis untuk menikah, membuat mereka mantab. Namun sebenarnya, Karin memendam sesuatu. "Dia menikahi aku ternyata cuma sebagai pelarian saja," kata pria yang tinggal di kawasan Sawahan, Surabaya ini.

Ceritanya, Karin sudah menjalin hubungan dengan bule Turki  selama empat tahun. Selama itu pula, keduanya hanya bertemu sekali. Istilahnya, Karin dan si bule berhubungan jarak jauh. Bahasa kerennya long distance relationship alias LDR. Namun keduanya intens berkomunikasi via Skype.

Si bule ini sudah berkali-kali berjanji pada Karin untuk memboyong keluarganya ke Indonesia. Untuk melamar, lanjut menikahi Karin. Namun empat kali musim berganti, janji itu hanya sebuah janji. Tanpa realisasi.

Putus asa menanti, Karin pun mengira bahwa si bule Turki hanya main-main saja. Dan karena desakan orang tuanya juga, Karin memilih dinikahi Donwori. Teman sekantor yang baru ia kenal juga.  "Ya jelas kalah tampang lah aku dibanding bule. Dia tinggi, putih, mancung. Ya pantes kalau dia sampai cinta mati gitu," lanjut Donwori.

Dan malang pun tak bisa dihindari. Baru satu bulan prosesi pernikahannya kelar, hati Karin sudah goyah. Rupanya, pacar bulenya itu menghubungi Karin dan mengatakan bahwa ia serta orang tuanya akan datang ke Surabaya bulan berikutnya. Bahkan, cincin kawin dan segala seserahan juga sudah si bule siapkan. Visa dan tiket pun sudah di tangan.

Mendapat kabar itu, tentu saja hati Karin makin kemecer. Awalnya, Karin bungkam saja. Namun lama kelamaan sikapnya mulai berubah. Istrinya ini, lanjut Donwori, jadi gampang marah. Karin juga cenderung mengurung diri di kamar alih-alih menemaninya ngobrol. Hingga sebuah ucapan menusuk hati terlontar juga dari mulutnya.

Kepada Donwori, Karin meminta untuk mengakhiri saja hubungan pernikahannya. Karin juga meminta maaf kepada Donwori atas keputusan nekat yang ia buat. Karin katakan, tidak ada laki-laki yang ada di hatinya selain pacar bulenya. Karin takut, jika diterus-teruskan, hubungan rumah tangganya malah tak bahagia.

Diminta cerai begitu,  awalnya tentu saja Donwori menolak. Donwori berpikir jika dia sudah korban banyak untuk pernikahan dengan Karin. Korban harta, waktu hingga harga diri. Donwori kehilangan nama baik serta status.

Donwori bahkan sudah menghabiskan uang tabungannya untuk biaya menikah. Jumlahnya Rp 100 juta lebih. "Aku juga korban perasaan.  Terus gimana juga nanti omongan orang," katanya dengan nada yang tenang, tapi seperti menahan amarah.

Donwori saat itu juga kalut. Ia belum bisa terima kalau statusnya dalam sekejap berubah dari perjaka tua ke suami dan kemudian menjadi duda dini. Namun seberapa keras pun ia menahan Karin, istrinya juga bersikukuh untuk berpisah. "Sampai kapan pun aku gak ikhlas. Tapi piye maneh. Kalau diteruskan, aku sendiri sing susah," pungkas Donwori, pasrah. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori Donjuan