Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sering Dihina Keluarga Besan, Disebut Miskin Sejati sejak Zaman Majapahit

Jay Wijayanto • Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:01 WIB
Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono
Ilustrasi iso ae : Jujuk Suwandono

Materi menjadi salah satu objek yang sering diperdebatkan dalam rumah tangga. Merasa lebih kaya, antarbesan sering bertengkar hingga mengancam rumah tangga anak-anaknya. Padahal anak dan mantu cinta mati-matian.

TIM Wartawan Radar Surabaya

KELUARGA Karin, 30, merasa selalu dihina keluarga Donwori, 33. “Masak kami dibilang keluarga nggak jelas. Karin dikatakan berbakat miskin, keturunan bapaknya. Wajahnya jelek nurun ibunya. Wong kok gak tau ngoco. Siapa yang lebih jelek?” gerutu Mira, ibunda Karin, ketika mengikuti sidang mediasi keempat di Pengadilan Agama (PA) Kelas I, Kamis lalu.

Menurut Mira, sejak awal Karin sudah dilarang menikah dengan Donwori, tapi tak digubris. Pacarannya malah makin memel sehingga orang tua khawatir terjadi apa-apa dan terpaksa menikahkan keduanya. Karena itu, perceraian mereka sangat disetujui keluarga besarnya.

“Daripada kami dietrek-etrek terus, mending pisah saja. Kayak keluarga mereka yang terbaik saja. Padahal podo gombale,’’ tandas warga Kedungcowek ini, yang mengetahui keluarganya selalu dirasani besannya, sebut saja namanya Mimin. ’’Aku sering dilapori tetangga kanan-kiri mereka. Mereka cs aku semua,’’ lanjut Mira.

Rumah kedua besan ini memang dekat. Hanya dipisahkan satu gang. Keduanya sepertinya selalu nguping apa yang terjadi di keluarga masing-masing. ’’Anakku memang hanya SPG. Tapi gitu-gitu mau bekerja membantu ekonomi keluarga. Kok yo tego malah dienyek,’’ omelnya lagi.

Yang lebih menyakitkan, dia dan suaminya pasti dibawa-bawa. Mereka sering disebut-sebut sebagai keluarga melarat, pemalas, yang membawa virus kemelaratan dan kemalasan ke rumah keluarga mereka dengan perkawinan Donwori vs Karin.

Diakui Mira, suaminya memang hanya tukang sapu di pasar. Tapi walau begitu, rezeki yang didapat selalu halal. Tidak seperti bapaknya Donwori yang pernah ditangkap polisi karena mencuri sepeda pancal.

Keluarga Donwori tak kalah sinisnya. Ketika didekati Radar Surabaya, Donwori dan Mimin terlihat jutek. ’’Cerita apa saja wong melarat iku? Wong melarat kok senengane ngenyek wong sugih koyok keluargaku. Rugi koen Le (Donwori, Red) rabi oleh Karin. Keluarganya tidak bisa buat sandaran,’’ kata Mimin.

Menurut Mimin, meski suaminya pernah masuk penjara karena mencuri sepeda pancal, tapi ia merasa hal itu lebih gentle dibandingkan bekerja sebagai tukang sapu di pasar. ’’Mereka itu miskin sejati. Turunan mulai zaman Mojopahit. Rugi anakku hidup sama Karin yang kerjanya cuma tukang jaga warung. Wis nanti kamu cari yang lebih kaya saja,’’ kata Mimin. Kaya beruang atau komodo? (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori Donjuan