Hati-hati kalau pasangan Anda pamit tugas ke luar kota. Pastikan, pamitnya ini memang untuk urusan kantor. Bukan untuk urusan lain. Seperti nyusul ke istri siri.
Fajar Yuliyanto-Wartawan Radar Surabaya
Karin, 35, dinikahi Donwori, 40, sudah lumayan lama. Sudah 10 tahun. Namun, ternyata Karin tetap saja bisa dibodohi suaminya itu.
Ceritanya, Donwori pamit ada tugas ke luar kota. Bukan sehari-dua hari, tapi dua minggu. “Pamitnya ke Malang ada seminar. Dua minggu. Ya saya iyai aja. Wong itu urusan kantor,” Karin mengawali ceritanya kepada Radar Surabaya, kemarin (15/8).
Sebelumnya, Donwori sudah biasa pamit ada kerjaan di luar kota. Tapi, paling lama seminggu. “Kadang cuman dua atau tiga hari,” sambungnya.
Khusus untuk pamitan urusan kantor yang dua minggu itu, Donwori juga tak penepati janjinya. Tak dua minggu, tapi laki-laki yang bekerja sebagai surveyor itu tidak pulang hingga sebulan.
“Tiap saya telepon, ngakunya masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Ya, saya tetap percaya saja,” aku ibu satu anak itu.
Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat, ia akan terjatuh juga. Pun demikian dengan Donwori. Sepintar-pintarnya dia menyembunyikan perempuan lain, pada akhirnya Karin bakalan tahu juga.
Kebusukan Donwori itu ketahuan oleh temannya sendiri. Nah, teman Donwori itu cerita ke Karin. “Aku ketemu Donwori, tapi kok sama cewek lain. Siapa ya,” ungkap Karin menirukan info dari teman Donwori.
Awalnya Karin tak percaya dengan informasi itu. Ia menganggap si teman salah lihat wajah Donwori. “Tapi, lama-lama pikiran saya terganggu juga,” akunya.
Akhirnya Karin membuktikannya sendiri. Karin menelepon suaminya, tapi Donwori tak pernah mau mengangkatnya. Video call juga terus dilakukan Karin, tapi Donwori cuek bebek.
Justru Donwori membohongi Karin dengan mengirim foto seolah-olah ia sedang berada di luar kota. “Fotonya itu suasana rapat, ngobrol sama temen, kegiatan makan bareng-bareng atau aktivitas lain dengan banyak orang,” jelas perempuan berhidung mancung itu.
Namun tidak disangka ketika Karin sedang berjalan di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya Selatan, ia melihat Donwori bergandengan tangan dengan perempuan lain. Mesra dan lengket. Seperti pasangan suami istri, keduanya sedang memilih baju.
Karin pun menghampiri mereka dengan emosi. Kaget melihat istrinya, Donwori tak bisa berkutik. Anehnya, Donwori tak berusaha membela istri sahnya. Dengan gentle, Donwori malah mengenalkan si perempuan itu sebagai istri sirinya. “Saat itu juga saya minta cerai,” ujar Karin tanpa mau meneruskan ceritanya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto