Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menantu Happy Pakai Celana Pendek, Mertua yang Panas Dingin

Nofilawati Anisa • Jumat, 11 Agustus 2023 | 17:02 WIB
Ilustrasi iso ae :Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae :Jujuk Suwandono.

Cerita ketegangan antara mertua dan menantu memang tak pernah ada habisnya. Kali ini cerita datang dari pasangan Karin, 26 dan Donwori, 29. Yang dipisahkan secara paksa oleh mertua sendiri gara-gara shirt pants alias celana pendek.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Seorang wanita paruh baya duduk di salah satu bangku yang ada di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, sepekan lalu. Sebut saja namanya Mira.

Perempuan 56 tahun itu bukan mau bercerai. Mira mengantarkan anak laki-lakinya, Donwori, 35, untuk mengurus perceraian dengan istrinya. "Gak bisa diatur Mbak menantu saya, ya sudah tak suruh pisah saja," terangnya, enteng.

Lho, lho, lho? Dalam hati Radar Surabaya bertanya-tanya, “Disuruh pisah? Hah? Berarti cerai bukan karena kemauan pasangan itu sendiri?”

Belum terjawab rasa keheranan itu, Mira melanjutkan ceritanya. Dari pemaparannya, jelas sekali Mira tak suka dengan menantunya. Katanya, si Karin, menantunya, tak punya sopan santun saat berbicara. Bahkan kepada orang tua.

Dan yang membuat Mira gemas, menantunya ini juga keras kepala. Sudah berkali-kali diingatkan agar tidak memakai celana pendek, tetap saja diabaikan peringatannya. "Senengane gawe katok cendek, ora ngerti opo lek iku aurat," ujar perempuan berhijab syar’i itu.

Mira menjelaskan, kegemaran menantunya pakai celana pendek ini sudah tak ketulungan lagi. Tak hanya di rumah, keluar rumah untuk belanja, menyapu di halaman pun suka sekali pakai celana pendek.

Tak peduli, entah saudara atau ipar datang, Karin juga tak ada niat untuk mengganti pakaiannya dengan yang kebih tertutup. Sebagai mertua, tentu saja Mira ingin menjaga menantunya.

Bagaimana kalau Karin dilihat laki-laki yang tak bertanggung jawab? Bagaimana jika terjadi fitnah? "Bojone iku yo podo dene. Ngerti bojone koyo ngunu yo dijarno ae. Padahal lek duso sing nanggung ya imame," lanjut Mira lagi.

Setelah menghela nafas cukup panjang, Mira melanjutkan curhatannya. "Bukannya mau ikut campur saya, Mbak, tapi ya malu juga kalau punya menantu yang gak bisa jaga aurat. Apa kata tetangga nanti," jujur perempuan berkaca mata ini.

Mira menjelaskan, hubungan pernikahan anaknya memang masih seumur jagung. Masih setahunan. Justru itu yang membuat Mira nekat memaksa anaknya cerai, sebelum terlambat. "Asline ya nangis-nangis anakku, Mbak, ora gelem pisah. Tapi areke ancen manutan ambek ibuke," kata Mira.

Apalagi, Mira juga kasihan dengan anaknya. Ia kerap mengetahui kalau anaknya ganti dimarahi oleh Karin kalau sedang berdebat. "Ya gitu lah, Mbak, gak iso di atur. Nek omah yo cuma dadi kalah-kalahan. Bojone hapean ae, anakku sing tandang gawe. Aku yo gak iso nduwe mantu koyo ngunu aku," pungkas pedagang barang-barang kelontong di Pasar Rungkut itu. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Karin Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori Donjuan