Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anak Dititipkan Mertua, Pulang Kerja Malah Cekikikan Nonton Televisi

Nofilawati Anisa • Selasa, 25 Juli 2023 | 23:35 WIB
Photo
Photo

SURABAYA - Anak susah-susah dididik dari kecil. Tak suapin, tak mandiin, tak gendong kalau nangis, tak antar sekolah, hingga sukses dan akhirnya dewasa. Lalu menikah denganmu, eh kok enak-enaknya sekarang kamu marah-marahin setiap hari.

Mungkin grundelan demi grundelan itu yang dirasakan Mira, 55, kepada Karin, 26, menantunya. Sehingga membuatnya berkali-kali meyakinkan Donwori, 29, agar berpisah saja. Dan segera mencari yang baru. Mumpung masih muda.

Posisi Mira saat itu masih konsultasi. Belum ada berkas cerai yang ia bawa. Hanya saja, ia meminta salah seorang pengacara yang berkantor tak jauh dari Pengadilan Agama (PA) Kelas1A Surabaya ini menasehati anaknya. Agar lebih baik menceraikan istrinya saja kalau Karin memang tidak bisa diarahkan.

Sembari menunggu antrean yang cukup panjang itu, Mira membeberkan segala keburukan menantunya yang tak ia sukai. Salah satu yang paling parah adalah suka memaki-maki suami. Dengan kata lain, memaki-maki anak Mira sendiri.

Sebagai orang tua yang tinggal satu rumah, tentu Mira risih mendengarnya. Orang tua mana sih yang tidak sedih melihat anak laki-laki kebanggaannya diplonco istrinya sendiri. "Iku bojo opo bos asline, murang-muring tok wae bendino penggaweane," omelnya.

Selain tak pantas didengarkan, tentu saja sikap Karin ini menyalahi bagaimana seharusnya sikap seorang istri. Tak pantas. Ora nduwe unggah-ungguh, istilah jawanya.

Meski beda usia Donwori dan Karin terpaut tiga tahun, Karin seakan lebih berani. Mungkin karena beda kebudayan. Karin yang orang luar Jawa mungkin gaya bicaranya keras. Namun berbicara keras khas orang sana dengan durhaka kepada suami kan beda cerita.

Tapi Mira curiga, sikap kasar Karin ini lantaran ia bekerja. Meski hasilnya juga dibuat senang-senang sendiri. "Kerjo apoteker. Ngono anak loro yo diculne ae. Panggah Mbahe sing ngemong. Tapi duwe panganan yo tetep dipangan dewe. Mbahe opo tahu diumani," lanjut Mira dengan mimik muka kesal.

Anak Donwori vs Karin memang dirawat Mira. Dibantu oleh anaknya yang terakhir. Upahnya Rp 500 ribu sebulan. Itu pun Mira tidak tega memakainya. Selalu diberikan kepada anak mbarepnya.

Sikap buruk menantunya ini, biasanya Karin lakukan saat sedang kesal. Anak rewel yang dimaki bapaknya. Disuruh mendiamkan karena Karin capek, katanya. Ia marah-marah karena gaji Donwori kecil. Berkali-kali mendesak agar suaminya ganti kerjaan tanpa berpikir mencari kerja itu bukan sulapan.

Belum lagi kalau Mira ketahuan mengomeli Donwori karena Karin. Ujung-ujungnya ia juga akan diomeli balik oleh Karin. Pada akhirnya Donwori yang paling kasihan di sini.

Di mata Mira, keburukan Karin tak cukup di situ. Menurutnya, Karin ini tidak mengerti penggawean. Pulang kerja masuk kamar, cekikikan nonton televisi. Ia baru keluar ketika lapar. Itu pun tinggal makan. Karin tak pernah mau masak atau cuci piring sendiri.

Sebenarnya kalau alasan ini sih alasan remeh temeh. Tidak akan Mira permasalahkan kalau mantunya hormat dan taat pada suami. Tapi kalau kejadiannya dimarahi terus-terusan, Mira sudah tak sudi Karin jadi menantunya. (*/opi)

 

 

Editor : Jay Wijayanto
#kasus rumah tangga #anak dititipkan #kasus perceraian #pengadilan agama (pa) surabaya