FAJAR YULIYANTO-Wartawan Radar Surabaya
Bergelimang harta rupanya tak membuat Karin bahagia. Meski selalu tampil cantik sekaligus terawat dengan lingkaran pertemanan yang bling-bling, mau ini itu tinggal gesek, mau liburan ke mana pun tinggal pesan tiket pesawat, namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia kesepian. Hal ini lantaran suaminya, Donwori, 45, lebih cinta kerjaan ketimbang padanya.
"Aku ini istri keduanya, istri pertamanya ya kerjaannya itu," keluh Karin dengan nada super kesal kepada Radar Surabaya yang menemuinya di ruang konsultasi dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama ini.
Kecintaan Donwori pada pekerjaannya memang sudah notok. Ibarat penyakit, sudah akut. Sudah nggak ada obatnya lagi. Inilah yang membuat hati Karin, sepi. Bagaimana tidak. Suaminya hanya dua bulan sekali pulang.
Itu pun, saat pulang, Donwori jarang menyempatkan waktu untuk bermesraan dengannya. Donwori lebih suka mengunjungi kerabat dan menyediakan waktu untuk anak-anak.
Padahal, Karin melanjutkan, hanya saat suaminya pulang itulah kesempatannya untuk bisa disentuh Donwori. Namun Karin heran juga, sepertinya suaminya sudah tidak doyan lagi dengannya.
"Kadang aku sering pengen (melakukan hubungan suami istri, Red), tapi dianya gak ada inisiatif. Aku kan ya serba salah. Dia kayak sudah mati rasa," keluh warga Darmo Permai ini.
Setiap pulang, Donwori selalu nampak kelelahan. Ia sering menghabiskan waktu di rumahnya yang begitu berharga untuk molor di kasur. Ritual pulang, tidur, pulang tidur ini sudah lima tahun Karin jalani.
Di tahun-tahun pertamanya, ia masih bisa terima. Namun semakin ke sini intensitas kemesraan antara dirinya dengan Donwori, makin menurun. Sering juga dalam beberapa bulan, Karin sama sekali tak disentuh.
Karena merasa kesepian, wanita yang nampak lebih muda dari usianya ini beberapa kali menjalin hubungan spesial dengan laki-laki. Kebanyakan adalah berondong yang datang ketika ada iming-iming uang.
Bagi Karin, mereka adalah pacar bayangan yang bisa mengusir sepi. Yang bisa diajak nonton dan mesra-mesraan. "Meski jablai gini, aku gak berani bertindak sing lebih-lebih," akunya.
Karin menghitung-hitung, dua tahun sudah ia menjadi sugar mommy bagi banyak berondong. Namun pada akhirnya, ia lelah juga. Karena apa yang dia cari tidak juga ia dapatkan dari mereka. Hingga ia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya.
Pikirnya, mending menikah lagi dengan orang yang mencintainya daripada mesra-mesraan terus dengan laki-laki yang hanya mau uangnya.
" Ya biasa lah, Mbak. Orang kalau udah nikah ya pasti punya kebutuhan biologis. Samentara yang belum nikah, gak akan ngerti itu," sergahnya.
Karena sudah putus asa dengan suaminya, antara yakin gak yakin Donwori masih menyimpan rasa padanya, Karin memilih berpisah saja. Rupanya, tanpa keberatan Donwori langsung mengiyakan saja.
"Akhirnya aku ngomong ke Mas Wori, dan dia juga oke saja kita berpisah. Apa mungkin dia udah ada istri baru di perantauan, ya gak ngerti," pungkas Karin sedih menahan perih. (*/opi) Editor : Administrator