Lukman Al Farisi, Wartawan Radar Surabaya
Donwori, 33, mengaku cinta mati dengan istrinya, Karin, 29. Sejak pandangan pertama, Donwori langsung kepincut dengan solek tubuh Karin.
Tatapan mata Karin memang beda, dan selalu menarik perhatian pria-pria. Rupanya Donwori tak tahu, jika itu hanya jebakan semata. Donwori yang memang mencari tambatan hati pun langsung sreg dengan Karin.
Tanpa basa-basi, Donwori pun mengajak Karin menikah. Bak gayung bersambut, Karin pun mau. ”Sebelum menikah memang sibuk bekerja. Karena ingin segera menikah, ketemu dia waktu di mall, karena cantik ya tak ajak nikah saja,” ujar Donwori.
Donwori yang kebelet nikah pun mengajak Karin pergi ke orang tuanya. Biar kenalan katanya. Kala itu, Donwori membawa Karin dengan mobil sport pribadinya. Sontak saja Karin pun langsung lengket bak lem karet.
Benar saja, tiga tahun menikah, tingkah Karin pun perlahan mulai berubah. Manjanya minta ampun. Tak mau ke pasar jika tak diantar. Sontak saja, Donwori pun pusing tujuh keliling. Katanya bikin kepala pening.
”Kalau ke pasar inginnya diantar pakai mobil. Masak ya, terus-terusan. Manja ya manja, tapi enggak gitu juga kan,” ucap Donwori kesal.
Lama-lama Karin pun minta jatah. Apalagi kalau bukan rumah. Tak hanya itu, rekening Donwori pun juga disita. Katanya jaga-jaga kalau jatah bulanan sudah tak ada. ”Padahal ya enggak tau telat,” bebernya.
Donwori yang kesal pun perlahan mulai tak perhatian. Katanya sengaja biar bikin Karin kesal lalu minta cerai.
”Daripada harta terus-terusan hilang diplorotin, ya saya minta cerai saja, mumpung belum ada anak juga,” katanya ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Kelas I-A Surabaya, sepekan lalu. (*/opi) Editor : Administrator