Restu keluarga besar menjadi modal penting dalam sebuah pernikahan. Bukan hanya restu dari satu pihak, tapi harus kedua belah keluarga.
Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
Hubungan Donwori, 36, dengan Karin, 34, harus kandas di tengah jalan karena pernikahan mereka hanya direstui salah satu pihak keluarga saja. Padahal, pernikahan mereka sudah bejalan tiga tahun. Semua berakhir sia-sia karena Donwori dianggap kurang memiliki rasa tanggung jawab dengan keluarga.
Perasaan kedua orang tua Karin lebih peka, setelah tahu kalau Donwori sering kali meremehkan pekerjaan rumah tangga yang harusnya dikerjakan bersama-sama. “Iya sejak dulu orang tua sebenarnya tidak cocok dengan suami saya ini. Menurut bapak ibu, suami saya orangnya kurang giat,” ujar Karin.
Ketika diminta mengurus anak, Donwori malah enak-enak di kamar, seperti tidak peduli dengan Karin. Maklum buah hati Karin dan Donwori masih berusia balita. Tentu saja membutuhkan perhatian esktra dari orang tua dan lingkungannya.
Karena tidak peduli dengan anak-anaknya, Donwori diminta menceraikan Karin. Akan tetapi Donwori tak mau karena mengaku masih menyayangi keluarga kecilnya. Donwori sempat berubah dan mau kerja sama membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun hanya beberapa bulan saja, selanjutnya Donwori kembali lagi seperti dulu lagi. Jadi pria pemalas. “Diminta bantuin cuci baju, terus ngurus anak saja dia malas minta ampun, lebih milih tidur. Alasannya capek habis kerja ,” ungkap Karin.
Di dalam keluarga Karin, alasan tersebut tidak ada di kamus. Bila seorang istri sedang repot, tentunya sebagai suami harus menolong untuk meringankan pekerjaan istri. Tetapi itu terus dilakukan Donwori hingga membuat istrinya merasa seperti asisten rumah tangga (ART). “Jadi sejak dulu kedua orang tua saya sudah tahu, kalau suami saya ini karakter orangnya seperti itu (malas, Red). Kalau terus-terusan sampai tua, ya bisa remek dewe aku,” tandasnya.
Setelah merundingkan permasalahan ini, akhirnya Donwori diminta cerai oleh kedua orang tua Karin. Walaupun terasa berat bagi Donwori, tapi takdir berkata lain. Ia resmi bercerai di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, awal pekan lalu. (*/opi)