Pernikahan harus didasari bekal yang cukup. Tak hanya cinta atau janji manis.
Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
Jarang diberi nafkah, Karin, 25, nekat minta diceraikan Donwori, 29, di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Hal itu terpaksa dilakukannya karena tak betah dengan sifat malas suaminya itu.
Karin mengaku kesal dengan Donwori karena tak mau mencari kerja yang punya gaji tetap setiap bulannya. Donwori justru kemaruk sama jatah biologis dari Karin. Tiap pulang dari nglayap, ujung-ujungnya Karin dikamarkan. Tentu saja kelakuan Donwori itu membuat Karin geram.
“Gak betah aku suwi-suwi. Njaluk kelon terus, tapi gak tau dinafkahi blas. Nyesel kawin karo deke,” kata Karin di PA Klas 1, Senin (11/5).
Karin bukan termasuk istri yang durhaka. Ia tahu kewajibannya meladeni suami. “Tapi, kalau mintanya tiap hari, ya legrek. Aku kan kerjo. Tiap pulang, inginnya istirahat,” sambatnya lagi.
Tapi, rupanya keinginan Karin itu sama sekali tidak masuk ke perhitungan Donwori. Pria 29 tahun itu tak pernah berpikir bahwa istrinya capek karena delapan jam lebih bekerja buat menopang kebutuhan ekonomi rumah tangga. “Deke sih enak. Kerjone mangan turu, nglayap, marung. Lha aku? Nek gak kerjo, yo iso gak mangan,” Karin mulai emosi.
Tak berhenti di situ penderitaan Karin sebagai istri Donwori. Mertuanya juga menuduh yang bukan-bukan karena Karin sering pulang malam. “Padahal aku iki muleh bengi yo karena anake gak gelem kerjo. Akhire kepekso aku sing kerjo,” tandasnya.
Penderitaan-penderitaan itulah yang akhirnya membuat Karin gak betah jadi istri Donwori. Akeh sorone daripada senenge, kata Karin,
Padahal sebelum menikah, Donwori janji akan menjadi suami yang bertanggungjawab dan bekerja keras demi rumah tangga yang bahagia. Namun hal itu berubah drastis setelah dijalani selama tiga tahun terakhir. “Ternyata nikah muda itu kayak gini. Bukan seneng tapi senep. Ngerti gitu, nggak nikah muda,” kata Karin.
Donwori sebenarnya tak ingin cerai, namun Karin yang telah memutuskan untuk pisah dan juga dukungan kedua orang tuanya. Donwori tak mampu berbuat apa-apa, Ia pasrah dengan keputusan istrinya itu. “Lama-lama begini terus saya yang susah,” pungkas Karin. (*/opi)
Editor : Administrator