Donwori, 58, tega meninggalkan anak dan istri demi selingkuhi daun muda. Tak tanggung-tanggung, usia selingkuhannya sepantaran dengan anak bungsunya.
Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya
“Opo pas gandengan iki gak terbayang-bayang anak ya? Kok gak risih maksudku,” heran Karin, di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu.
Kalau kata Karin, Donwori pandai menyembunyikan perselingkuhan. Dia tak menampakkan gelagat sama sekali. Karin baru tahu setelah mendapati perubahan sikap anak bungsunya ini ke ayahnya. Jika biasanya, si bungsunya ini manja ke ayahnya, belakangan sikapnya cenderung cuek. Bahkan, lebih agresif dengan membentak-bentak ayahnya ketika diajak bercanda.
Karena belum tahu apa-apa, Karin mengira perubahan sikap si bungsu ini karena pergaulan. Karin pun beberapa kali memarahi anaknya karena merasa sikapnya ke Donwori kurang sopan. Sekali dua kali, si bungsu ini melengos kalau diberi tahu. Namun, suatu ketika, si bungsu menangis-nangis mendatangi Karin. “Jawane kecewa ambek Donwori. Sikape berubah semenjak dek’e nge-gep ayahe rangkulan ambek cewek liyo,” ujarnya.
Namun, kala itu, si bungsu ini diam mengetahui ayahnya kencan. Ia gengsi, karena saat itu juga sedang bersama dengan teman-temannya. Makin gengsi karena melihat yang dirangkul bapaknya, usianya sepantaran dengannya. Kecewa bercampur kesal inilah yang membuat anak bungsu Karin berubah sikap ke ayahnya. “Saiki aku sing merasa bersalah. Kok yo tak seneni anakku wingi-wingi iku,” terangnya.
Setelah tahu keadaan sebenarnya, Karin langsung menanyakan ke Donwori. Saat itu, sempat-sempatnya dia mengelak. Ia katakan, Sephianya ini adalah rekan kerjanya di kantor. Yang sudah dianggap anak sendiri. Jawaban Donwori ini tentu saja menggelitik. Rekan kerja macam apa yang sampai rangkulan, pinggang lho, bukan pundak.
Setelah mengetahui perselingkuhan ini, Karin memberikan Donwori pilihan. Mau mempertahankan pernikahan tapi harus meninggalkan Sephianya atau bercerai saja. Lebih bebas bisa tinggal bersama daun muda. Namun kala itu Donwori membujuk, katanya dia khilaf. Semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Donwori minta ampun dan janji akan setia. Kala itu Karin memaafkan.
Namun janji tinggalah janji. Lima bulan kemudian, Donwori izin untuk menikahi Sephianya secara siri lantaran selingkuhannya ini hamil lima lima bulan. Karin mendidih dibuatnya. “Lapo lapor aku! Kan wes jelas wingi iku aku ngomong, mending ceraikno aku lek kate ngerabi Sephia. Sik gurung paham ae. Yok opo angen-angene. Gak sakno anak yo, mosok mama barue sepantaran,” lanjutnya.
Sudah ditolak, Donwori tetap getol. Nampaknya dia terdesak juga dengan Sephia. Mungkin keluarga Sephia juga. Karena tak sudi kalau harus berbagi suami dengan perempuan lain, Karin memilih mundur. Asalkan Donwori keluar dari rumah, Donwori setuju. Dan setelah itu, ia urus proses perceraiannya.
Karin mengatakan, selingkuhan suaminya ini bukan gadis biasa. Si Sephiaitu mengerikan. Dia sudah menjanda di usia 21 tahun. Dan telah berhasil menggaet Donwori dua tahun kemudian. Luar biasanya lagi, baru mepet sebentar, dia sudah bisa meyakinkan Donwori untuk menikahinya. “Modale awak sih, men metang-meteng ae.Arek zaman saiki akeh gak benere!” tambah Karin. (*/opi)
Editor : Administrator