Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Istri Tega Di-KDRT karena Emoh Diajak Layani Suami

Administrator • Jumat, 13 September 2019 | 11:00 WIB
Istri Tega Di-KDRT karena Emoh Diajak Layani Suami
Istri Tega Di-KDRT karena Emoh Diajak Layani Suami

Jika bisa memilih, semua perempuan pasti menginginkan suami yang hatinya baik, peduli, penyayang, dan penyabar. Masalahnya, individu memiliki sikap-sikap itu bisa diukur dari mana. Wong kenyataannya pas pacaran, pasti mereka hanya menampakkan yang baik-baik saja. Giliran sudah menikah, lha dalah, kecele. Baru keluar aslinya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kenyataan pahit ini juga dirasakan oleh Karin, 34.  Yang tertipu oleh kata dan sikap manis Donwori, 36, di awal pacaran. Eh ndilalah setelah menikah, yang tersisa tinggal  pahit-pahitnya. Juga asam dan asin yang makin menambah luka.

Karin menggambarkan Donwori sebagai sosok suami yang mengerikan. Temperamennya luar biasa. Yang kalau marah, bisa habis Karin dijadikan pelampiasan. "Dulu pas pacaran, Mbak, tak amuk koyo opo, meneng cep areke. Saiki, aku salah sitik ae wes alamat dadi bal aku (alias ditendangi)," curhat Karin di sebuah kantor pengacara, yang berada tepat di samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (11/9).

Donwori memang kebacut. Ia tak akan sungkan melakukan KDRT di depan umum. Di tengah asyik-asyik ngobrol pun, ia bisa saja berubah ngamuk tak karuan. Pernah, kala itu Karin dan Donwori masih asyik-asyik berboncengan menikmati angin malam.


Eh tiba-tiba Donwori mengerem mendadak, menepikan motor, memaksa Karin turun dan tanpa aba-aba, ia menampar pipi Karin keras-keras. Plak, plak, plak, tamparan rangkap tiga ia daratkan di pipi Karin. Meski sakit bin malu, dilihat banyak orang berlalu lalang, ia bersyukur, kejadian itu terjadi lima tahun yang lalu. Bukan di tahun 2019, dimana ada citizen journalism bersenjata ponsel genggam dengan vitur lengkap. Bisa-bisa viral dia.

"Tau apa penyebabnya ? Aku bilang dia sekarang gembrot seperti sapi, tubuh sixpacknya tertutup lemak. Lha kok ngamuk," cerita Karin

Bukan hanya itu saja, Donwori juga tak sungkan-sungkan mendatangi Karin yang tengah ngrumpi dengan tetangga. Sekadar menghardik Karin karena masakan yang dimakannya tidak sesuai dengan lidah manjanya. Atau karena ia panas kalau melihat istrinya duduk-duduk santai sebentar saja.

Donwori yang Karin kenal kalem, penyabar dan penyayang kini sudah tiada. Bahkan ia dikenal sebagai sosok yang mengerikan di depan anak-anaknya. "Anakku dua, apa ada yang dekat dengan ayahnya. Dipegang saja takut, takut kena pukul paling," ujarnya.

Yang terakhir, sikap Donwori sudah kadung keterlaluan. Suatu saat, ia sedang perang dingin dengan Donwori. Alasannya tetap saja kembali pada sikap kasar Donwori. Namun di suatu malam, Donwori memaksa Karin untuk melakukan hubungan badan.


Karena ia masih marah, didukung rasa kesalnya dengan Donwori, ia mengelak ajakan itu. Tak disangka, suaminya itu mengamuk. Donwori pukuli tubuh Karin dengan gagang sapu sampai lemas. Dan di tengah ketidakberdayaannya, Donwori memaksa Karin melayani nafsunya.

Yang membuat Karin makin ngenes kala itu, Donwori mengamuk sembari melontarkan kata-kata hinaan untuk keluarga Karin, yang kebetulan tidak semapan Donwori. "Kon iku gak tau diuntung, coba lek gak rabi ambek aku, uripmu mlarat koyo bapak ibukmu. Atau selama iki lek pak mbokmu kecekel rentenir, sopo seng mbayari lek gak aku. Katene ngedol omah gubuk yo gak payu," begitu ucapan yang sampai saat ini masih menancapkan luka di hati Karin.

Karena kejadian yang membuat trauma itu, Karin sakit selama satu minggu penuh. Ia nelangsa lahir dan batin. Hingga akhirnya meminta cerai. "Bapak ibukku masio gak sugeh gak pernah ngemis-ngemis. Dekne dewe sing inisiatif menehi. Gak nyongko ae kok diungkit-ungkit sejahat iku," pungkasnya.  (*/opi)


Editor : Administrator
#iso ae #Donjuan #Donwori