RADAR SURABAYA - Hadirnya orang ketiga lagi-lagi menjadi pemicu bubarnya rumah tangga. Hal ini terjadi pada keluarga Karin, 37, dan Donwori, 46.
Donwori dan Karin menikah secara sah dan tercatat di salah satu KUA di Kabupaten Sampang, Madura, pada tahun 2010. Setelah menikah, pasangan ini memutuskan untuk mengadu nasib ke Kota Surabaya.
Dalam pernikahan tersebut, pasangan ini telah dikaruniai satu orang anak. Awalnya hubungan antara Karin dan Donwori ini berjalan harmonis, rukun, dan tenteram. Namun, kondisi tersebut mulai goyah. Pasangan ini sering terlibat perselisihan setelah hubungan spesial Donwori dan Sephia mulai terungkap.
Baca Juga: SMAN 1 dan SMAN 2 Situbondo Berebut Juara Zona 11 Turnamen Bahlil Mini Soccer 2026
Menurut pengakuan Karin, Donwori kerap tidak pulang ke rumah karena lembur pekerjaan sebagai kuli bangunan di proyek. Rupanya lebur jadi modus untuk memuluskan hubungannya dengan wanita simpanan.
"Awalnya saya tidak menaruh curiga. Saya mengiyakan saja apa yang diminta Donwori," kata Karin belum lama ini.
Nah, sering berjalannya waktu, Karin mulai menaruh rasa curiga terhadap suaminya. Pasalnya, nafkah yang diberikan kepadanya dan anaknya mulai berkurang. Padahal, jam lemburnya bertambah. Ke mana larinya uang itu?
"Mengakunya lembur, namun nafkah yang diberikan kepada saya dan anak malah berkurang dari yang diberikan ketika tidak lembur," tambah Karin.
Karena curiga, Karin berupaya mencari informasi terkait hal tersebut. Dan, akhirnya mendapatkan informasi bahwa Donwori menjalin hubungan dengan wanita lain. "Ternyata dia punya hubungan spesial dengan Sephia," jelasnya.
Setelah kasus perselingkungan terungkap, keduanya sering terlibat perselisihan panas. Puncaknya terjadi pada tahun 2023, setelah terjadi pertengkaran Donwori pergi meninggalkan rumah tempat tinggal bersama.
Hingga saat ini Donwori belum pernah kembali pulang ke rumah dan juga tidak memberikan nafkah yang menjadi kewajibannya. Karin pun akhirnya memutuskan untuk menggugat cerai sang suami ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya. (sam)
Editor : Lambertus Hurek