Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berlagak Juragan, Selalu Minta Dilayani dan Disetori Duit

Administrator • Minggu, 19 September 2021 | 05:56 WIB
Ilustrasi iso ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)
Ilustrasi iso ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)
Masa lalu itu seperti selilit. Sepele tapi menyakitkan. Kalau tidak segera dibersihkan sampai ke akar-akarnya, bikin sakit seluruh isi mulut.

GINANJAR ELYAS SAPUTRA-Wartawan Radar Surabaya

PERNIKAHAN Donwori dan Karin sedang ada selilitnya. Selilitnya adalah masa lalu. Yang tidak tuntas diselesaikan saat itu. Sehingga sampai sekarang pun, masih diungkitungkit kalau antara keduanya sedang berselisih paham.

Ceritanya, Karin dan Donwori menikah tahun lalu. Belum genap setahun usia pernikahan, hubungan mereka berdua mulai ada riak-riak masalah. Donwori dianggap tidak pernah bisa mencukupi kebutuhan Karin sehari-hari.

Karin juga juga menganggap suaminya pemalas, padahal faktanya tidak seperti itu. Donwori bekerja, hanya saja penghasilannya memang tidak sesuai dengan kemauan Karin. Jauh di bawah keinginan Karin.

“Sudah saya cukupi kebutuhannya, tapi setiap saya beri dia bentak saya. Jatah dari saya dibilangnya kurang. Ya itu kan sudah sesuai kemampuan saya. Kalau nuruti dia, ya saya memang tidak mampu,” ungkap pria 34 tahun itu, sambil mematikan rokok.

Donwori ditemui Radar Surabaya di sebuah warkop di kawasan Ketintang, awal pekan lalu. Tepatnya setelah Donwori memasukkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. Donwori semakin dibuat kesal karena dikatain miskin. Ya Karin itu yang ngata-ngatain.

Bukan itu saja, Karin juga menilai Donwori tidak ada sumbangsihnya dalam pesta pernikahannya, tahun 2020 lalu. Ketika menikah, biaya akad, resepsi dan ubo rampenya sekitar Rp 55 juta. Nah, 90 persen dari biaya itu ditekel keluarga Karin. Keluarga Donwori hanya nyumbang seadanya. “Ya memang keluarga saya mampunya segitu. Mau gimana lagi,” ungkapnya.

Sudah dihujat habis-habisan, Donwori juga kerap disuruh untuk membersihkan rumah. Ketika diajak untuk kerja sama, Karin menolak mentah-mentah ajakan suaminya tersebut. “Dia itu seperti bos, berlagak juragan,” tegasnya.

Karin dinilai Donwori telah merendahkannya serta keluarganya. Ketika terlibat percekcokan, Karin selalu mengungkit masa lalu dan keluarga Donwori. “Pusing saya punya istri terlalu banyak menuntut. Padahal sudah saya penuhi semua,” kata dia.

Pada akhirnya Karin memilih pergi dan menolak tinggal di rumah kontrakan bersama Donwori. Karin pulang ke rumah orang tuanya, sedangkan Donwori ditinggal sendiri. “Semenjak itu saya memutuskan untuk pisah. Lebih baik saya ceraikan daripada saya stres punya istri seperti dia,” pungkasnya. (*/opi) Editor : Administrator
#iso ae #Sephia #Donjuan #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin